
JEMBRANA – Bendesa dan prajuru Adat Gilimanuk di ujung Barat Pulau Bali diingatkan lebih maksimal menjaga gerbang Bali. Demikian penegasan Bupati I Nengah Tamba saat menghadiri pengukuhan Bendesa I Nengah Naya oleh Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana, bertempat di mandala utama Pura Puseh Desa Adat Gilimanuk, Kecamatan Melaya Senin (17/1/2022).
Bupati Tamba menegaskan para Bendesa dan Prajuru Desa Adat, harus senantiasa selaras dan harmonis dengan Desa Dinas dalam mengajegkan tatanan Adat dan Budaya Bali.
“Tanpa adanya keharmonisan kedua tapuk pemerintahan di tingkat desa, niscaya tatanan Adat dan Budaya Bali dapat berjalan sebagaiman diharapkan,” tegasnya.
“Jangan sampai ada ketidakharmonisan antara prajuru adat dan dinas, mari ajegkan Adat dan Budaya Bali, serta dukung dan sampaikan program-program pemerintah. Bendesa dan Prajuru adat yang telah dikukuhkan agar dapat mengemban tugas dan kewajibannya dengan baik. Terlebih kepada Bendesa Adat Gilimanuk yang kita tahu sebagai pintu masuknya Bali agar lebih dapat memaksimalkan kinerjanya,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Tamba juga menyampaikan imbauan menyambut Hari Raya Nyepi, prajuru adat diharap dapat memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.
“Sampaikan informasi dengan benar terkait pelaksanaan tawur kesanga. Ikuti selalu aturan pemerintah dan lakukan kegiatan positif. Jangan sampai dalam menyambut Hari Raya Nyepi nanti ada yang melakukan kegiatan tidak baik seperti mabuk-mabukan atau hura-hura,” tegasnya.
Bupati Tamba juga menyelipkan program di desa adat, yakni sebelum melasti, setiap Desa Adat akan diberikan bantuan satu ekor babi guling, termasuk penempatan tenaga kebersihan untuk di Pura Kahyangan Tiga, Kahyangan Jagat/DangKahyangan dengan memanfaatkan Dana Desa.
Sehingga setiap pura sebagai tempat umat melakukan persembahyangan selalu bersih. “Termasuk mengaktifkan kegiatan tari dan tabuh di kalangan sekaa teruna maupun yowana di setiap prayangan,” pungkasnya.
Diwaktu yang bersamaan, Pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat, juga berlangung di Desa Adat Badingkayu, dimana I Wayan Derestika dikukuhkan menjadi bendesa masa ayahan 2022-2027 yang pelaksanakan pengukuhan dihadiri langsung Bupati Tamba dan jajaran MDA, Dinas Kebudayaan dan Kementarian Keagamaan di Kabupaten Jembrana di Bale Banjar Desa Adat Badingkayu. (ara,dha)








