
Petugas Polsek Rendang saat akan mengevakuasi tubuh korban Nyoman Giri dari bak penampungan air dekat rumahnya
KARANGASEM—Dua orang warga Karangasem melakukan aksi bunuh diri denan cara yang berbeda. Motifnya diduga karena depresi akibat sakit yang diderita tidak kunjung sembuh. Seorang nekat gantung diri dan seorang lagi nyemplung ke cubang air.
I Made Giri (37). Warga Banjar Pemuteran, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, ini memilih mengakhiri hidupnya dengan cara mencemplungkan diri ke bak penampungan air (cubang) dekat rumahnya, Selasa (4/1/2022) sekira pukul 14.00 Wita.
Sedangkan I Nyoman Puger (58), warga Banjar Amertasari, Desa Culik, Kecamatan Abang, melakukan aksi bunuh diri dengan cara gantung diri di plapon kamar tidurnya, pada Rabu (5/1/2022) sekira pukul 06.45 Wita.
Kapolsek Rendang, Kompol I Nyoman Sukadana dan Kapolsek Abang, AKP Kadek Suadnyana, membenarkan kejadian itu. Kedua perwira menengah ini mengatakan, korban melakukan aksi bunuh diri karena depresi terhadap sakit yang diderita tidak kunjung sembuh.
“Korban Nyoman Giri awalnya sempat diajak bincang-bincang oleh kedua anaknya, membahas sakit asam lambung diderita. Usai ngobrol korban keluar rumah. Satu jam tak pulang-pulang korban akhirnya ditemukan sudah mengambang di bak penampungan air dekat rumahnya,” ucap Kapolsek Rendang didampingi Kanit Reskrim AKP I Made Sudihartama .
Dikatakan, hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Rendang, korban tewas disebabkan karena kehabisan oksigen setelah terceplung di bak penampungan air.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan akibat perlakuan orang lain, hasil pemeriksaan medis korban meninggal dunia murni karena bunuh diri,” tegas Kapolsek Rendang.
Sementara itu, korban I Nyoman Puger nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri disebabkan karena depresi akibat sakit sesak nafas dan batuk tahunan yang di deritanya tidak kunjung sembuh.
Terhadap kenekatan korban itu, Kapolsek Abang, AKP I Kadek Suadnyana, memastikan korban bunuh diri. Kapastian itu didapatkan dari hasil pemeriksaan medis Puskesmas Abang, tidak menemukan ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban akibat perlakuan orang lain.
“Selain ada bekas jeratan di leher, pada kemaluan dan dubur korban juga mengeluarkan cairan. Saat ditemukan lidah korban menjulur. Dari ciri-ciri ini korban dapat kami pastikan meninggal dunia karena gantung diri,” pungkas AKP Suadnyana. (wat/jon)








