
DENPASAR – Pandemi Covid-19 bukan alasan untuk tak berprestasi. Itulah seruan Walikota Denpasar IGN Jaya Negara saat memberikan dana tali kasih kepada atlet serta pelatih maupun ofisial PON Bali asal Kota Denpasar yang telah berjuang di PON XX/2020 yang digelar tahun 2021 di Papua lalu. Total 110 atlet dan pelatih Denpasar membela kontingen Bali.
Pejabat nomor 1 di Pemkot Denpasar itu setelah memberikan dana tali kasih di Kantor Walikota, Rabu (29/12/2021) pagi mengutarakan, Pemkot Denpasar mengapresiasi jerih payah para atlet, pelatih maupun ofisial yang telah mengharumkan Bali serta Denpasar khususnya.
Diharapkan, para atlet tak berhenti sampai disini karena ke depan akan lebih banyak tantangan.
“Pandemi jangan dijadikan alasan untuk tidak berprestasi. Rubah pola latihan dengan menyesuaikan keadaan, namun tetap dalam penerapannya mengikuti protokol kesehatan,” pinta Jaya Negara.
Kendati dalam keterbatasan anggaran lanjutnya, Pemkot Denpasar tetap memberikan apresiasi itu, karena dari KONI Denpasar sebelumnya memang sudah memprogramkan tali kasih itu bagi atlet yang sudah mengharumkan Bali dan Kota Denpasar di mata nasional. Anggaran disiapkan sekitar Rp 401 juta lebih.
“Termasuk kaderisasi harus dimulai dari sekarang dan saya harapkan KONI Denpasar memiliki program dan juga terobosan untuk melahirkan atlet Denpasar yang bermental juara,” tegasnya.
Sementara itu Ketua Umum KONI Denpasar IB Toni Astawa menambahkan, dari 94 atlet Denpasar menyumbangkan 35 medali yakni 11 emas, 9 perak dan 15 perunggu. Rinciannya di cabang olahraga judo 3 emas dan 3 perunggu, cricket 3 emas, 2 perak dan 1 perunggu, di atletik 1 emas dan 1 perunggu, kempo 1 emas 2 perunggu, menembak 1 emas 2 perak dan 1 perunggu. Tinju 1 emas 2 perak 3 perunggu, layar 1 emas, basket 2 perak, pencak silat 1 perak 1 perunggu dan renang 3 perunggu.
Peraih emas, Pemkot Denpasar memberikan award Rp 15 juta, perak Rp 8 juta dan perunggu Rp 4 juta. Sementara pelatih, emas mendapatkan Rp 7 juta, perak Rp 5 juta dan perunggu Rp 3 juta. (ari/jon)








