
DENPASAR – Demi terus memunculkan atlet lokal Bali berprestasi di masa mendatang untuk even-even nasional maupun internasional, Pengprov FPTI Bali memproyeksikan cabang olahraga (cabor) panjat tebing untuk beregu putra dan putri dengan batasan usia maksimal 24 tahun pada Porprov Bali XV/2022.
Menurut Ketua Umum Pengprov FPTI Bali, Putu Yudi Atmika semua itu juga didasari Kejuaraan Kelompok Umur (KU) yang sukses digelar di Karangasem baru-baru ini.
“Pada tahun 2022 sebelum Porprov Bali yang biasanya digelar bulan September akan kami gelar lagi kejuaraan KU itu dari kategori youth D sampai Youth A setidaknya tiga kali di daerah berbeda. Saat ini sudah ada dua daerah yang siap menjadi tuan rumah yakni Gianyar dan Jembrana,” kata Suwandi, Kamis (16/12/2021).
“Memang kami berkeinginan di Porprov Bali tahun 2022 nanti beregu dipertandingkan resmi dan diikuti atlet-atlet pemula di kabupaten/kota seluruh Bali dan kami sudah menentukan batasan umur untuk beregu, sedangkan untuk perorangan tidak kami batasi. Ya kalau beregu maksimal atlet berusia 24 tahun maka diperorangan maksimal mungkin 30 tahun,” tambah pria yang juga Wakil Sekretaris Umum KONI Bali itu.
Dipaparkan Yudi Atmika, kalau KU itu dipertandingkan dari Youth D sampai Youth A maksimal berusia 17 tahun dan diatas 17 tahun dibawah 19 tahun junior. Jadi atlet junior bisa ikut dan memang diharapkan FPTI Bali bisa bertanding. Matematisnya, dengan atlet yang berusia itu akan dipersiapkan untuk PON 2024 sehingga harus dimulai persiapan atlet dari sekarang.
“Hal ini agar jangan sampai terjadi seperti terdahulu dimana banyak atlet mengikuti Porprov Bali hanya sekedar untuk mencari bonus Porprov Bali tapi setelah di PON hilang, karena itu bukan atlet dari Bali. Usia junior banyak di Bali tapi tidak diberikan kesempatan karena adanya banyak persoalan atlet-atlet luar Bali yang direkomendasi pindah. Toh buktinya yang meraih medali emas di PON Papua lalu merupakan atlet Bali murni yakni Desak Rita Kusuma Dewi,” pungkasnya. (ari/jon)








