
KUTSEL – Jelang akhir tahun 2021, Desa Adat Kutuh kembali menggelar Festival Pantai Pandawa. Festival itu dibuka Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Rabu (15/12/2021) lalu.
Kepala Badan Pengembangan dan Perencanaan Kawasan Destinasi Pantai Pandawa Wayan Duarta menjelaskan, yang dilaksanakan itu merupakan festival kesepuluh. Tujuan utamanya untuk mempromosikan kembali keberadaan destinasi Pantai Pandawa.
“Meski di tengah pandemi, semasih ada jalan, maka festival ini pasti kami laksanakan. Tujuan pertama, tentu saja promosi kawasan. Apalagi festival ini juga merupakan bagian dari kerjasama kita dengan stakeholder,” ucapnya.
Kemudian, tujuan lainnya adalah kaitan dengan pemberdayaan masyarakat. Sanggar-sanggar seni yang ada di Kutuh dilibatkan, sekaligus guna menjaga dan melestarikan eksistensi mereka. “Pandemi yang sudah berlangsung lama ini tentu sangat berat bagi mereka. Kami harap melalui event ini dapat membangkitkan kembali gairah mereka. Dan itu akan berlanjut, karena mereka merupakan salah satu produk yang kami tawarkan di kawasan ini,” sebutnya.
Soal rangkaian Festival Pantai Pandawa X, Duarta mengabarkan, kali ini juga dilengkapi dengan kontes bonsai nusantara. Hal itu digelar, melihat perkembangan penggemar bonsai yang semakin meningkat.
“Kontes ini diikuti oleh kurang lebih 750 bonsai se-nusantara,” sambungnya.
Gelaran festival yang berlangsung selama 6 hari, 15-20 Desember 2021, diharapkan dapat meningkatkan angka kunjungan di kawasan Pantai Pandawa. Bukan hanya dalam rentang waktu penyelenggaraan festival saja, melainkan seterusnya termasuk pada momen akhir tahun nanti.
“Kami optimis di tahun 2022 nanti kunjungan akan meningkat. Sembari itu, kami pastikan akan terus melakukan pembenahan-pembenahan, baik dari segi infrastruktur, pelayanan, dan program,” ucapnya.
Lebih lanjut disampaikannya pula, di wilayah Desa Adat Kutuh sesungguhnya masih ada sejumlah zona yang dikembangkan sebagai kawasan wisata. Pengembangan tersebut diharapkan segera rampung dan diluncurkan pada akhir 2022 mendatang.
“Target kami nantinya ada kawasan terintegrasi. Itu sesuai dengan tagline kami yakni Pandawa Beach Integrated Sustainable Tourism Destination,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Bendesa Adat Kutuh I Nyoman Mesir. Kata dia, Festival Pandawa X adalah sebuah ajang promosi, yang notabene sudah masuk dalam calendar of event para travel agent.
“Kami tetap akan melaksanakan kegiatan ini di setiap tahun,” tegasnya.
Di samping itu, Pantai Pandawa dipastikan akan terus berbenah. Mesir senantiasa berharap adanya dukungan dari pemerintah.
“Kami sudah merupakan destinasi wisata. Bahkan kami sudah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Badung, sehingga 25 persen masuk ke kas daerah,” tambahnya di sela pembukaan Festival Pantai Pandawa X yang dirangkaikan dengan perayaan HUT LPD Kutuh ke-23 dan BUMDA ke-7 tersebut.
Pelaksanaan Festival Pantai Pandawa X itu juga disambut antusias Perbekel Desa Kutuh Wayan Mudana. Dia mengaku sangat bersyukur karena agenda tahunan tersebut dapat kembali dilaksanakan, dan berharap itu sekaligus menjadi momentum kebangkitan.
“Kami selalu optimis dan bergerak untuk bangkit,” tegasnya. (adi/jon)








