
BADUNG – Masa Bakti kepengurusan KONI Bali yang kabarnya akan berakhir Desember atau Januari tahun depan sepertinya bakal diperpanjang sampai 6 bulan. Pasalnya, sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda melakukan Musyawarah Olahraga Provinsi atau Musorprov. Perpanjangan itu sendiri tergantung situasi di internal KONI Bali sendiri.
Penilaian soal perpanjangan masa bakti KONI Bali tergantung situasi tersebut diutarakan Sekretaris Umum (Sekum) KONI Badung Made Sutama, ketika diminta pendapatnya terkait hal itu.
“Ya semuanya itu kan tergantung dari situasinya sendiri di internal KONI Bali sendiri. Kalau kami di Badung tidak ada masalah,” tutur Sutama, Kamis (9/12/2021).
Ditegaskannya, KONI Badung sendiri selama sekitar 20 tahun, dirinya mengabdi menjadi pengurus KONI Badung juga pernah melakukan perpanjangan masa bakti kepengurusan sampai 6 bulan.
“Saat itu karena situasinya memang pengurus yang melakukan perpanjangan selama 6 bulan untuk mempersiapkan Badung menghadapi Porprov Bali. Hal itu dilakukan karena agar pematangan persiapan Porprov itu bisa dilakukan dengan bagus. Sekaligus agar jangan sampai pergantian Ketua Umum akan merubah persiapan itu sendiri dan hanya tinggal melanjutkan saja,” terang Kepala Bappenda Kabupaten Badung itu.
Artinya masa perpanjangan kepengurusan KONI Bali itu juga dinilainya kemungkinan masih ada tugas-tugas yang harus diselesaikan sehingga pada saat pergantian Ketua Umum yang baru semua tugas-tugas pengurus lama sudah tidak ada lagi.
Seperti yang terjadi sekarang ini, kepengurusan KONI Bali sampai akhir Desember 2021 atau awal Januari tahun 2022, masih dihadapkan pada laporan dan pertanggungjawaban PON Papua lalu serta persiapan menghadapi Porprov Bali tahun 2022. (ari/jon)








