
DENPASAR – Lima judoka Bali dipanggil Pelatnas untuk proyeksi SEA Games di Hanoi, Vietnam yang digelar Mei tahun 2022. Kelima judoka Bali itu sudah sekitar 2 pekan lalu bergabung di Jakarta.
Seperti diutarakan Wakil Ketua Umun II Pengprov PJSI Bali, Agus Putra Adnyana, kelima judoka itu yakni Anny Pandini kelas -57 kg, Fania Farid kelas -78 kg, Dewa Ayu Mira Widari kelas +78 kg, Gede Ganding Kalbu Soethama kelas -100 kg dan Gede Agastia kelas + 100 kg.
“Kelima judoka Bali itu dipanggil karena peraih medali emas di SEA Games Singapura tahun 2019 lalu. Tapi peraih perak juga dipanggil sebagai sparingnya. Semoga kelima judoka Bali itu nantinya bisa masuk sebagai judoka inti dan masuk di tim inti Indonesia,” kata Agus Putra Adnyana,” Rabu (8/12/2021).
Hanya saja dari kelima judoka tersebut lanjut pria yang juga Ketua Umun Pengkot PJSI Denpasar itu, hanya Gede Agastia yang meraih perunggu pada PON XX/2020 yang digelar tahun 2021 di Papua lalu. Sedangkan empat judoka lainnya semuanya meraih medali emas.
“Gede Agastia saat di PON meraih perunggu karena kondisi fisiknya yang benar-benar tidak fit. Hal itu terjadi saat Agastia pulang dari Pelatnas saat itu sudah kondisinya demam karena kondisi cuaca di Bali berbeda dengan di Jakarta dan sulit bisa beradaptasi. Setelah itu turun di PON dan di Papua dan kondisinya tetap masih demam. Makanya dia hanya dapat perunggu,” terang mantan manajer tim judo PON Bali tersebut.
Meski demikian, Agus Putra Adnyana menilai jika peluang Gede Agastia masuk menjadi judoka inti masih terbuka lebar. Apalagi sekarang kondisi fisiknya sudah normal dan bagus.
“Secara kualitas teknik Agastia tidak ada masalah dan itu akan kita lihat di pelatnas nanti. Sekaligus kami menunggu Surat Keputusan (SK) terkait siapa judoka inti dan menghuni tim inti judo Indonesia,” demikian Agus putra Adnyana. (ari/jon)








