
JEMBRANA – Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Rabu (1/12/2021) melaksanakan penan perdana padi organik hayati cair ‘Riogen’ di persawahan Subak Demplot Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Desa Poh Santen Kecamatan Mendoyo.
Demplot Balai Penyuluh Pertanian (BPP) ini merupakan pelopor penggunaan pupuk organik cair, melalui kerjasama Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dengan CV Jimbaran Bali Pertiwi. Di lahan seluas 20 are di subak tersebut, sejak mulai penanaman bibit, hingga masa pemupukan hanya mengandalkan pupuk kandang serta pupuk organik cair disemprot.
Bupati Tamba mengungkapkan penggunaan pupuk organik, sudah selayaknya mulai digiatkan di kalangan petani sawah.
“Hal ini selain menjaga kestabilan tanah, berikut menjaga keutuhan ekosistem di lahan pertanian,” terangnya.
Dikatakan Bupati Tamba, dari hasil panen padi organik, secara tidak mengalami penurunan dibanding pupuk kimia, demikian pula sisi pembiayaan organik, lebih murah dibandingkan pupuk kimia. Jadi dengan pengunaan pupuk organik, keuntungan lebih berpihak di petani.
Selain Demplot Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Desa Poh Santen, penerapan padi organik cair juga diterapkan di Subak Semanggong seluas 20 are, di Subak Pecelengan seluas 15 are, Subak Tegalwani 30 are serta di Subak Sawe seluas 15 are.
“Terdapat luasan subak 1 hektare di Jembrana yang dimotori penerapan pupuk organik cair,” terang Direktur CV. Jimbaran Bali Pertiwi, Anak Agung Ngurah Suyasa.
Sesuai data Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di Kecamatan Mendoyo. Di lahan seluas l hektare, mampu menghasilkan gabah 6,048 ton. tanpa pupuk kimia. (ara,dha)








