
DENPASAR – KONI kabupaten/kota seluruh Bali, diharapkan untuk tidak mempersulit atlet yang mutasi apalagi itu antar kabupaten/kota di dalam Bali. Hal ini karena muaranya nanti para atlet akan tetap membela Bali di even nasional maupun internasional ke depannya.
“Jangan dipersulitlah, kasihan atletnya kalau sampai tidak bisa bertanding karena kedepannya mereka juga akan membela Bali di even nasional maupun internasional. Dan cepat selesaikan dengan baik,” pinta Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi di KONI Bali, Senin (29/11/2021).
Diakuinya, hal itu juga akan disampaikannya dalam rapat KONI Bali bersama KONI kabupaten/kota seluruh Bali yang direncanakan dihelat pada Desember mendatang.
“Ya nanti kami sampaikan juga dalam rapat dengan seluruh KONI di Bali. Termasuk membahas soal pembagian cabang olahraga (cabor) Porprov Bali 2022 secara gotong royong mendatang,” jelas mantan Ketua Umum KONI Badung itu.
Lantas siapa saja yang bakal kini tengah melakukan mutasi ? Tanpa menyebut nama atlet dan cabang olahraga (cabor) Suwandi mengutarakan jika mutasi atlet itu ada setidaknya ada dua cabor.
“Harapan saya yang penting atlet itu mutasi dengan persyaratan yang jelas yakni karena ikut keluarga, bekerja di tempat yang dituju dan sekolah di daerah yang dituju untuk mutasi. Tapi memang harus benar-benar itu sesuai realitanya. Jadi bisa di cek sekolah, tempat kerja atau tinggal orang tuanya,” tegas Suwandi.
Sedangkan Wakil Ketua II KONI Bali Maryoto Subekti menambahkan, batas mutasi tetap setahun sehingga telah ditutup. Jika sekarang ini masih ada atlet mutasi maka akan ditangani oleh tim keabsahan KONI Bali.
“Ya nanti kan di tim keabsahan yang akan menyelesaikan soal urusan ini,” pungkas Maryoto. (ari/jon)








