
KUTA – Penghujung tahun 2021, sampah musim angin barat mulai menepi di pesisir Pantai Kuta. Walau secara volume, terbilang belum signifikan.
Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLHK Badung AA Gede Dalem tidaklah memungkiri hal tersebut. Selain sedikit, itu katanya baru muncul beberapa kali saja. Jenisnya, mulai dari ranting-ranting kecil, hingga batang pohon berukuran cukup besar.
“Kemarin memang sempat muncul. Tapi hari ini tidak ada. Hasil penanganan dan evakuasi kami, untuk sampah ranting itu sekitar 1 truk. Sedangkan untuk batang pohon ukuran cukup besar, itu ada dua,” bebernya, Minggu (7/11/2021).
Meski kedatangannya belum intens, pria yang akrab disapa Gung Dalem itu mengaku tetap bersiaga. Dia memastikan, baik itu personil ataupun armada, siap untuk menghadapi kemungkinan terjadi.
“Untuk personil, kami ada yang namanya URC dengan jumlah 13 orang. Untuk armada, ada 3 unit alat berat, 1 unit beach cleaner, dan puluhan unit truk angkut yang siap dioperasikan tergantung kebutuhan. Koordinator URC, juga sudah kami minta untuk senantiasa memantau perkembangan kondisi di lapangan,” pungkasnya. (adi/jon)








