
JEMBRANA – Guna meningkatkan sinergitas pemerintah dan desa adat di Kabupaten Jembrana, Dinas Pariwisata Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Jembrana, menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tata Kelola Pembangunan Desa Adat Menuju Jembrana Era Baru.
Diklat diikuti para bendesa dan paiketan Pecalang se-Kabupaten Jembrana, dibuka Plt Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Jembrana AA Ngr Mahadikara Sadaka, mewakili Bupati Jembrana, di Gedung Ir Soekarno Senin (1/11) Plt Kadis Parbud AA Ngurah Mahadikara Sadaka, membacakan sambutan Bupati Jembrana I Nengah Tamba.
“Melalui diklat ini diharapkan desa adat dapat menjawab tantangan ke depan, dalam menghadapi situasi pandemi dan mewujudkan tata kelola desa adat menghadapi perubahan global sekarang ini,” kata Bupati dalam sambutannya.
Sementara Ketua panitia Ida Bagus Kade Biksa mengatakan, pelaksanaan diklat diikuti 64 bendesa serta 30 orang pecalang dari Paiketan Pecalang se-Kabupaten Jembrana.
Diklat agendakan selama 2 hari, selain menghadirkan narasumber dari Dinas Pariwisata Kebudayaan, Kementrian Agama, PHDI, Majelis Desa Adat serta Polres dan Kodim 1617 Jembrana.
Diklat ini, kata Ida Bagus Biksa yang juga Kabid Kebudayaan mengacu pada Dipa Dinas Pariwisata Kebudaayan Tahun 2021, sekaligus memberikan pemahaman khususnya bendesa dan pecalang, dalam wujudkan pembangunan di desa adat, menuju era baru dan masyarakat Jembrana Bahagia. (ara,dha)








