
DENPASAR – Gede Pasek Suardika secara resmi mengundurkan diri dari Partai Hanura sekaligus menanggalkan jabatannya sebagai Sekjen DPP Hanura. Pengunduran dirinya itu disampaikan secara resmi dan juga disampaikan kepada Pengurus PAC, DPC, DPD dan DPP Hanura dan diposting dalam akun FBnya, Kamis 28 Oktober 2021.
Pasek Suardika dalam akun FB-nya menyampaikan, momentum Sumpah Pemuda adalah momentum untuk berani mengambil sikap. Sikap tidak terjebak dalam kenyamanan, sebab pergerakan akan bernilai perjuangan ketika kita berani mengambil pilihan dan keputusan sulit di tengah kenyamanan.
“Hari ini, Saya telah menyampaikan secara terbuka jika mundur dari Partai Hanura dan juga sebagai Sekjen,” ujarnya.
Menurutnya, jabatan Sekjen sebuah jabatan yang pertamakali bisa dipegang orang Bali di level nasional. Dengan modal 807 anggota DPRD se Indonesia, sejatinya sangat potensial untuk dikembangkan. Sebab jumlah ini beda sedikit dengan g PPP yang lolos PT dan jauh tertinggi dibandingkan parpol Non parlemen nasional lainnya.
Tetapi berpolitik dan bukan hanya bicara jabatan. Ada ruang perjuangan ide dan gagasan yang diperjuangkan. Sebenarnya sudah beberapa kali niat mundur dilakukan tetapi belum ada titik temu dengan Ketua Umum. Akhirnya surat resmi sudah disampaikan dan pas momentum Sumpah Pemuda ini disampaikan. Walau berbeda dalam politik tetapi tetap bersama dalam silaturahmi kemanusiaan.
Pasek Suardika juga mengakui, selama bersama Hanura banyak suka dan duka yang dirasakan namun pengunduran dirinya ini tidak memutus tali silahturahmi dengan semua kader Hanura.(arn)








