
DENPASAR – Berbagai kendala non teknis dinilai menjadi kendala bagi tim panjat tebing PON Bali untuk bisa menambah satu raihan medali emas di ajang PON XX/2020 di Papua lalu. Meski demikian, hasil total sabetan 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu tetap disyukuri.
Seperti diutarakan Ketua Umum Pengprov FPTI Bali, I Putu Yudi Atmika, non teknis yang jadi kendala itu tak lain seperti cuaca serta jarak menuju venue.
“Ini bukan untuk mencari kambing hitam tapi kenyataan yang terjadi di arena pertandingan di Papua. Cuaca hujan lalu berganti panas menjadi pengaruh mental para atlet kami. Belum lagi saatnya final tiba-tiba dibatalkan karena hujan ini secara psikologis sangat mengganggu,”kata Yudi Atmika, Jumat 22 Oktober 2021.
Tak hanya itu, jarak pertandingan dan tempat menginap para atlet panjat tebing PON Bali juga cukup jauh sehingga membutuhkan waktu jarak tempuh cukup lama. Akibatnya tim panjat tebing PON Bali harus berangkat ke venue pagi hari dan kembali ke tempat menginap malam hari, sehingga untuk istirahat tidak standar dengan kebutuhan atlet.
“Para atlet kami harus sudah bangun jam 5 pagi selanjutnya berangkat ke venue dan menunggu sampai malam karena kebanyakan finalnya digelar sore dan berakhir malam hari. Kondisi itu terus berjalan setiap harinya di Papua sehingga berakibat para atlet kelelahan,” tambah pria yang juga Wakil Sekretaris Umum KONI Bali itu.
Menyoal melesetnya target tambahan emas itu sendiri diakui Yudi Atmika ada di tiga disiplin atau nomor yakni Teli Lasa di disiplin lead perorangan putra, Nadya Putri Virgita di lead perorangan putri serta boulder perorangan putri dan Desak Made Rita Kusuma Dewi di disiplin combine.
“Kalau Desak Rita sudah menyumbangkan medali emas di speed, tapi di combine Desak Rita kalah karena cedera di tangannya kambuh. Kalau tidak cedera kemungkinan besar Desak Rita meraih 2 emas. Semua faktor non teknis itulah yang membuat target kami meleset,” imbuh Yudi Atmika.
Meski demikian lanjutnya, FPTI Bali tetap besyukur dan cukup puas dengan raihan prestasi itu dan diharapkan bisa meningkatkan lagi di PON selanjutnya.
“Selanjutnya para atlet kami kembalikan ke pengkab atau pengkot masing-masing untuk turun di Porprov Bali nantinya,” tutup Yudi Atmika. (ari)








