
DENPASAR – Jika sebelumnya cabang olahraga tarung derajat berharap Gubernur Bali bisa memberikan pekerjaan kepada para atlet Bali peraih medali emas pada PON XX/2020 di Papua lalu, kini giliran cabang olahraga judo berharap hal sama. Award atau penghargaan itu menjadi penting karena demi masa depan atlet tersebut yang masih belum bekerja.
Seperti diutarakan manajer tim judo PON Bali lalu Agus Putra Adnyana, raihan 6 medali emas dan 6 perunggu merupakan prestasi yang diberikan kepada Bali.
“Kami berharap memang pak Gubernur sekarang ini bisa memberikan pekerjaan kepada para atlet judo kami utamanya yang meraih medali emas dan ada respon positif untuk itu,” harap Agus Putra Adnyana, Kamis 21 Oktober 2021.
Hal itu menjadi harapan para atlet judo Bali lanjut pria yang juga Wakil Ketua II Pengprov PJSI Bali itu, agar ada penghargaan yang riil dan berkepanjangan sehingga membuat atlet berprestasi bisa tenang.
“Kalau atlet berpretasi sudah tenang dan tidak memikirkan soal perut lagi, maka kami bisa menuntut prestasi lebih tinggi lagi di even yang lebih bergengsi, dan saya optimis tanggung jawab akan ditunjukkan para atlet itu. Jika atlet itu masih memikirkan perut dan masa depannya, bagaimana kami akan menuntut prestasi,” tambah Agus Putra Adnyana.
Keinginan dan harapan semua itu bisa direspon secara positif oleh Gubernur Bali sekarang ini, karena ada pengalaman pahit yang pernah dialami para atlet judo peraih medali emas PON atau SEA Games lalu.
“Kami pada tahun 2016 saat PON Jawa Barat sudah mengajukan pekerjaan bagi atlet peraih medali emas ke Pemprov Bali tapi kenyataannya tidak direspon dan tidak ada realisasinya. Termasuk raihan emas atlet kami di SEA Games maupun Asian Games sebelum-sebelumnya juga tidak ada respon meski kami sudah bersurat. Saat ini kami juga akan bersurat lagi untuk pekerjaaan bagi atlet prestasi kami itu,” tutupnya. (ari)








