
DENPASAR – Bonus yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali kepada para atlet yang meraih medali pada PON XX/2020 di Papua lalu dipastikan bakal cair pada tahun depan. Ini sedikit berbeda dengan pencairan dana pad PON-PON sebelumnya yang cair hanya berjarak 2 atau 3 bulan setelah bertanding di PON.
Kepastian bonus medali PON itu cair di tahun depan dibenarkan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi. “Ya pencairan award itu akan dilakukan di anggaran induk tahun depan. Kami menyadari di tahun 2021 kami juga berangkat ke Papua dengan keterbasan anggaran akibat pandemi Covid-19 yang sudah berjalan hampir 2 tahun ini. Tapi semuanya tetap kami syukuri karena semua atlet bisa berangkat dengan kondisi seadanya,” tutur Ketut Suwandi, Selasa 19 Oktober 2021.
Diakui mantan Ketua Umum KONI Badung itu, pihaknya telah menghadap kepada DRD Bali dan pekan ini akan dimulai pembahasan mengenai besaran bonus itu sendiri. KONI Bali sendiri juga akan mengusulkan soal besaran bonus sesuai dengan kemampauan.
“Kalau berbicara provinsi tetangga yakni NTB yang saya dengar memang Gubernur NTB menjanjikan akan memberikan bonus medali emas Rp 300 juta, tapi kan bedanya emas yang diraih NTB sedikit. Sedangkan kami juga harus memaklumi kondisi perekonomian daerah lain dan tidak bisa berbicara perbandingan dengan DKI Jakarta, Jawa Timur atau Jawa Barat,” tegas Suwandi.
Pasalnya, daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Timur atau Jawa Tengah perekonomiannya tidak banyak mengalami penurunan di masa pandemi dan berbeda dengan Bali dimana pariwisatanya sangat anjlok.
“Saya udah meminta atlet dan pelatih untuk bersabar karena pak Gubernur sudah berjanji memberikan kejutan untuk nilainya. Semoga kejutan itu benar-benar melebihi ekspektasi dari para atlet,” demikian Suwandi. (ari)








