
TABANAN – Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan pemasangan pompa hidram di Subak Nyampuan Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan , Kamis 7 Oktober 2021. Program ini merupakan program dari Pangdam IX/Udayana serangkaian HUT ke 76 TNI untuk meringankan beban di masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan air.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pembanguan pompa hydram untuk irigasi merupakan program pertama yang dilihatnya dan langsung menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Apa yang dilakukan Pangdam, sangat nyata membantu masyarakat dengan membantu mengairi 220 hektar.
“Luar bisa! lihat selama ini belum ada program pemerintah yang betul-betul bisa mendistribusikn air kepada lahan atau wilayah yang memerlukan. Ini bisa menjadi percontohan , menjadi guru bagi kita semua bagaiman cara kita menyelesaikan masalah, negara hadir untuk rakyat. Program ini nyata dan diperlukan masyarakat,” tandas Gubernur Koster.
Gubernur mengaku sangat dukung program ini dan menilai inisiatif luar biasa dari Pangdam IX/Udayana meski anggarannya tidak banyak. Gubernur Koster berjanji akan melaporkan kepada Menteri Pertanian dan Menteri PUPR, kita juga akan cari lagi ttik-titik seperti ini, yang kesulitan air sehingga bisa disinergikan.
“Saya akan mempolakan program ini mulai 2020 bersama Bupati , apalagi Tabanan punya daerah pertanian yang luas di Bali. Tabanan harus punya prioritas khusus di sektor pertanian dengan menyiapkan skema mulai tahun depan supaya pertanian di Tabanan tertangani dengan baik. kami kembangkan pula di Kabupaten lainnya karena tidak perlu rumit-rumit, sinergi degan Pangdam dan jajaran, lebih lancar. Mudah-mudahan bisa terus berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Koster.
Sementara itu r Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan, teknologi pompa hidram ini merupakan teknologi lama, namun belum banyak digunakan. Kebetulan pihaknya punya perangkat teknisi dan departemen terkait.
“Jadi saya coba di Tabanan dan berharap ini berjalan dengan baik,” katanya.
Lebih lanjut Pangdam mengatakan, pembangunan pompa di tempat ini adalah yang pertama di Indonesia yang diharapkan paling tidak bisa memecahkan persoalan-persoalan pertanian kita, terutama masalah pengairan.
“Ini adalah program bersama kita, bisa direalisasikan dengan fokus dan biaya yang tidak tinggi. Mudah-mudahan dengan bantuan program pompa hidram ini bisa membantu Bali menuju swasembada pangan,” harapnya.
Ditambahkan, di Bali sudah 8 unit pompa hidram yang sudah ada dan beroperasi dan akan memaksimalkan program pompa hidram di tahun ini.
Adanya program pompa hidram ini mendapat sambutan luar biasa masyarakat Tangguntiti,Selemadeg Timur, Tabanan. Seperti testimoni yang diungkapkan salah seorang warga Nyoman Puja. Dia mengaku sangta bersyukur karena program ini bisa membantu kelompok subak kami yang mengelola lahan seluas 220 hektar dan terdiri dari 400 KK. Selama ini selalu kekurangan air, jadi hanya bisa menanam satu kali padi satu kali palawija setiap tahun.
“Ini Program luar biasa yang Mampu mengairi seluruh subak kami dengan ketinggian air 35 meter dan jarak ke subak kurang lebih dua kilometer dari sumber air,” ucapnya.
Seperti diketahui, dalam pengerjaan pompa hidram yang dilakukan parjurit Kodam IX/Udayana bersama masyarakat/petani setempat, secara sederhana pompa digunakan untuk mengangkat air dari sungai ke atas, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian.
Turut Hadir Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya, serta jajaran OPD Tabanan terkait. (arn)








