
BULELENG – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakatn (PPKM) Provinsi Bali, khususnya Kabupaten Buleleng yang ditetapkan berada pada Level III, mendapatkan sambutan hangat warga masyarakat, termasuk pelaku pariwisata. Perbekel Desa Kalibukbuk, Ketut Suka, bahkan berencana melakukan uji coba pembukaan destinasi pariwisata Lovina.
“Sesuai rencana, kami akan melakukan uji coba pembukaan Kawasan Pariwisata Lovina, secara bertahap dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, Jumat, 17 September 2021,” ungkap Prebekel Ketut Suka, Rabu, 15 September 2021 di sela-sela kegiatan Bhakti Sosial Polri Presisi Peduli Covid-19 yang digelar Polres Buleleng di Kawasan Pantai Bina Ria Lovina.
Suka mengungkapkan, dari hasil koordinasi dengan pihak terkait antara lain Dispar Buleleng, Desa Penyanggga Kawasan Pariwisata Lovina serta pelaku pariwisata termasuk pengelola hotel/restoran, pedagang dan pelaku usaha dolphin, semua menyatakan kesiapannya.
“Kesiapan untuk melengkapi sarana prasarana protokol kesehatan sesuai sertipikat CHSE (Cleanliness, Health, Sefety, Environment Sustainability) yang dikeluarkan Kemenpar melalui Dispar Kabupaten/Kota. Untuk Kawasan Pariwisata Lovina, sudah memiliki Sertipikat CHSE, sarana prasarana prokes kawasan juga sudah tersedia, termasuk skema akses masuk keluar dan sumber daya manusia pengelola kawasan, dengan kesadaran bersama membuka destinasi pariwisata,” yakinnya.
Selain pelaku pariwisata, kata Suka, uji coba pembukaan Kawasan Pariwisata Lovina, Jumat, 15 September 2021 juga melibatkan aparat kepolisian dari satuan Polisi Pariwisata (Polpar) Polres Buleleng dan Satgas-PP Covid-19 Kabupaten, Kecamatan serta Desa Dinas dan Adat yang berada pada Kawasan Pariwisata Lovina.
“Sosialisasi terkait rencana uji coba pembukaan Kawasan Pariwisata Lovina sudah dilakukan, termasuk upaya persiapan yang melibatkan pelaku pariwisata di Kawasan Pariwisata Lovina,” tegasnya.
Suka berharap, uji coba pembukaan Destinasi Pariwisata Lovina berbasis prokes dapat dilaksanakan dengan baik dan cermat, karena akan sangat menentukan kepercayaan publik terhadap Pariwisata Bali, khususnya Lovina. (kar)








