
TABANAN – Kabar gembira datang dari Tabanan. Satu pasien terkonfirmasi positif yang merupakan tenaga Kesehatan yang sempat dirawat di RSPTN UNUD dinyatakan sembuh. Dengan demikian saat ini masih ada 25 pasien terkonfirmasi positif yang masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit dan faslitas kesehatan lainnya. Sementara terkait rapid tes bagi pasien akan diberlakukan bagi yang rawat inap dan mengarah pada gelaja Covid-19.
Juru Bicara gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tabanan I Putu Dian Setiawan mewakili ketua harian GTPP I Gede Susila ketika dikonfirmasi menjelaskan, kalau satu pasien terkonfirmasi positif yang merupakan tenaga Kesehatan (tenkes) dan dirawat di RSPTN UNUD dinyatakan sembuh. “Ya, satu tenaga kesehatan kita yang sebelumnya dirawat di RSPTN UNUD dinyatakan sembuh, sehingga kini masih ada 25 pasien yang dirawat,” ungkapnya, Selasa (23/6/2020).
Kini petugas masih melakukan tracing terhadap orang yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif. Mereka yang ditracing yakni orang tanpa gejala yang mencapai 175 orang sesuai dengan data gugus tugas yang diduga melakukan kontak erat dengan pasien positif. OTG yang sudah ditemukan tim medis langsung dilakukan rapid tes , seperti yang ada di sebuah desa di Kecamatan Marga. Dari hasil rapid tes tersebut, kemudian dilanjutkan dengan swab tes . “Hasil rapid tes reaktif, harus diswab, mudah-mudahan negatif,” katanya lagi.
Terkait hal ini Kadis Kominfo kembali menghimbau kepada semua warga untuk menjalankan protokol kesehatan dengan ketat untuk mencegah terpapar Covid-19. Selain itu, untuk sementara jangan menjenguk orang sakit di rumah sakit dan penunggu hanya boleh satu. Begitupun ketika sakit tidak harus ke langsung ke rumah sakit, tetapi cukup sampai Puskesmas atau obati di rumah kalau masih ringan dengan istirhat yang cukup. “Tetap jalankan protolol kesehatan yang benar,” himbaunya.

Sementara terkait wajib rapid tes pasien yang masuk rumah sakit, ketua Satgas kesehatan GTPP, dr. Nyoman Suratmika menjelaskan, dalan rapat GTPP yang dipimpin ketua harian GTPP, dihimbau seluruh rumah sakit termasuk rumah sakit swasta terlibat dalam penanganan pasien Covid-19. Diharapkan, pasien yang ditangani mengarah atau memiliki gejala seperti Covid-19, tidak harus langsung dirujuk ke rumah sakit rujukan tetapi bisa ditangani di rumah sakit bersangkutan dulu. Begitupun dengan pasien yang rawat inap juga dirapid tes.
Rumah sakit swastapun bisa melakukan rapid tes bagi pasien rawat inap atau yang menunjukkan gejala Covid-19. Biayanya juga inklud di BPJS. Kalau hasil rapid tes reaktif, dilakukan swab tes dan dikirim ke dinas kesehatan provinsi Bali. Jadi tidak harus langsung dirujuk ke rumah sakit rujukan seperti UPTD RS Nyitdah. “Nanti bupati selaku ketua GTPP akan mengeluarkan edaran untuk itu,” jelasnya.
Sementara dari data GTPP, jumlah pasien terkonfirmasi positif yang masih dirawat sebanyak 25 orang. Secara kumulatif, pasien terkonfirmasi positif sebanyak 56 orang dan 31 dinyatakan sembuh. Selain itu masih terdata 175 orang tanpa gejala (OTG) , satu ornag dalam pengawasan (ODP) dan 4 pasien dalam pengawasan (PDP). (jon)








