
DENPASAR – Denpasar kembali kehilangan seniman legendaris, Jero Dalang I Made Kembar. Pria asal Banjar Padangsumbu Klod, Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat itu menghembuskan nafas terakhir di usia 69 tahun pada Selasa 17 Agustus 2021 sekitar pukul 17.00 WITA.
Anak almarhum, I Wayan Sutana menuturkan, ayahnya sempat jatuh di tangga kemudian dibawa ke RS Surya Husada. “Hasil pemeriksaan medis ayah saya mengalami stroke ringan,” kata Sutana saat dikonfirmasi, Rabu 18 Agustus 2021.
Jero Dalang Made Kembar meninggalkan dua orang istri dan empat orang anak dan rencana diaben pada 24 Agustus mendatang. Almarhum merupakan pembina pedalangan di Denpasar sejak 2010. “Beliau melahirkan banyak dalang remaja berprestasi kemudian tahun 2012 menjadi pengurus Pepadi,” ungkapnya.
Made Kembar merupakan seniman otodidak yang telah berkiprah di dunia pedalangan mulai tahun 1973. Suami Nengah Gubrik dan Ni Wayan Keni itu pernah menjabat sebagai Ketua Pepadi Denpasar sekitar tahun 2014. Dalam memainkan seni wayang, mendiang dikenal sebagai dalang paling tua dan eksis sampai saat ini di Denpasar.
Sebelum meninggal, Jero Dalang Made Kembar sempat tampil mengisi Denpasar Maprawerti yaitu hajatan Denpasar Festival akhir tahun 2020 dan saat itu sudah mulai menerapkan protokol kesehatan. Pertunjukan wayang yang dimainkan pun terbatas yakni hanya wayang lemah (pentas siang).
Berbagai penghargaan dan piagam diterima oleh almarhum. Salah satunya dari Menteri Penerangan Harmoko di Jakarta, kemudian tampil membawakan wayang kulit, baik di dalam negeri maupun luar negeri. (sur)








