
DENPASAR – Para atlet PON asal Denpasar diimbau untuk lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi PON XX/2020 yang digelar tahun 2021 di Papua pada 2-15 Oktober mendatang, ketimbang harus turun di Walikota Cup.
Imbauan KONI Denpasar yang disampaikan Sekretaris Umum (Sekum) Made Darmiyasa itu dengan pertimbangan banyak hal. Disamping kualitas atlet PON berbeda, juga karena ada pertimbangan utama lainnya dengan misi dan visi penting ke depannya terutama terkait dengan penjaringan atlet muda Denpasar.
“Kami sih hanya mengimbau karena memang tidak ada aturannya atlet PON asal Denpasar tidak boleh ikut Walikota Cup. Hanya kan bedanya atlet level PON masa masih turun di Walikota Cup. Apalagi Walikota Cup ajang menjaring atlet muda Denpasar guna peningkatan pembinaan cabang olahraga (cabor) prestasi dibawah KONI Denpasar, serta ajang penjaringan atlet muda Denpasar untuk even nasionl maupun internasional ke depannya,” kata Darmiyasa, Minggu 8 Agustus 2021.
Dijelaskannya, batas pendaftaran Walikota Cup atau pengajuan proposal dari cabor ke KONI Denpasar paling lambat 30 September dengan masa gelaran sampai akhir November. Sedangkan dana untuk gelaran Walikota Cup setiap cabor Rp 40 juta.
“Jadi kalau sampai batas akhir pengajuan proposal Walikota Cup ada cabor yang tidak mengajukan maka dianggap cabor itu tidak menggelar Walikota Cup. Sedangkan dananya bakal dikembalikan ke KONI Denpasar karena cabor yang menggelar harus ada pertanggung jawabannya diantaranya laporan dan hasil pelaksanaan Walikota Cup itu sendiri,” tandas Darmiyasa.
Darmiyasa menambahkan, pelaksanaan Walikota Cup oleh cabor dibawah KONI Denpasar harus mengedepankan protokol kesehatan. (ari)








