
DENPASAR – Guna mematangkan persiapan sebelum dihelatnya TC sentralisasi atlet PON Bali mulai 3 Agustus 2021 sampai 2 bulan ke depan, KONI Bali bakal melakukan sosialisasi, Jumat 30 Juli 2021 lusa di Ruang Rapat KONI Bali. Meski demikian dalam sosialisasi itu peserta dibuat sangat terbatas dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.
Seperti diutarakan Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi, sosialisasi itu melibatkan unsur pelatih dan narasumber saja.
“Pelatih cabor lolos PON kami undang hanya satu orang masing-masing cabor sedangkan tambahannya 3-4 orang narasumber dari bidang kesehatan dan akademisi olahraga,” ujar Suwandi, Rabu 28 Juli 2021.
Semua itu dilakukan untuk mencegah kerumunan. Apalagi jika dijumlah total untuk kontingen PON Bali terdiri dari total atlet dan pelatih mencapai 300 atlet lebih pada PON XX/2021. Karena itulah, bagi pelatih dan utamanya seluruh atlet yang tidak bisa hadir di kegiatan itu, bisa mengikuti jalannya sosialisasi atau pembekalan ini lewat daring.
“Mungkin tidak semua nanti bisa ikutkarena bekerja, sekolah online atau lainnya. Karena itulah sosialisasi ini di rekam oleh pelatih yang nantinya disampaikan kepada atlet masing-masing untuk dipahami serta diaplikasikan,” tambah mantan Ketua KONI Badung ini.
Rencana sosialisasi nanti, Suwandi memaparkan materi seputar kesehatan, bagaimana menjaga kondisi fisik dalam masa pandemi dan juga saat TC sentralisasi berlangsung sekaligus mawas diri dengan lingkungan sekitar. Termasuk pembekalan mental bagi atlet dalam menjalani sentralisasi di tengah pandemi.
“Terutama disiplin dalam beraktifitas sebab seorang atlet tentu harus menjaga kondisi kesehatannya saat ini. Jika terpapar Covid-19 akan mengacaukan persiapan. PON sudah di depan mata,” pungkas Suwandi. (ari)








