
BULELENG – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyan bersama Kajari Buleleng, Nyoman Gede Astawa tinjau proyek Ruang Terbuka Hijau Taman Bung Karno (RTH-TBK) Tahap IV Tahun 2021. Selain untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) ketat, sidak juga dilakukan untuk memastikan proses pekerjaan proyek berjalan ‘on the track’ sesuai kontrak kerja yang disepakati.
“Saya minta pelaksanaan pekerjaan RTH-Taman Bung Karno dilakukan tepat waktu, sesuai dengan spesifikasi kontrak yang telah ditandatangani,” tandas Bupati Suradnyana, Selasa, 27 Juli 2021.
Suradnyana menandaskan, RTH-TBK dengan ikon patung Bung Karno, The Founding Father Bangsa Indonesia dan Singa Ambara Raja sebagai lambang Kabupaten Buleleng, tidak hanya diharapkan dapat membangkitkan nilai-nilai kebangsaaan tapi juga menjadi destinasi wisata yang memiliki daya tarik ekonomi.
“Pembangunan RTH-Taman Bung Karno yang dibiayai BKK Provinsi Bali Tahun 2021 senilai Rp 16 Miliar, diharapkan bisa menjadi daya tarik ekonomi khususnya Buleleng bagian selatan. Menarik wisatawan sehingga perekonomian masyarakat bisa berputar,” tandas Suradnyana.
Hal senada diungkapkan Kajari Buleleng Nyoman Gede Astawa. Selaku institusi pendamping, Astawa berharap pembangunan RTH-TBK dilaksanakan On The Track, tepat waktu sesuai kontrak kerja yang ditandatangani.
“Sejauh ini, sesuai progres phisik harian, mingguan dan bulanan yang dilaporkan, berjalan on the track. Progres phisik saat ini sudah mencapai 23,42 % atau mengalami deviasi 9,03 % dari rencana progres 14,39 %. Hal ini tentu sangat baik, namun harus tetap diawasi bersama, termasuk wartawan sehingga proyek yang diharapkan menjadi daya tarik ekonomi masyarakat di Buleleng bagian selatan ini bisa selesai tepat waktu,” tegasnya.
Kepala DLH Buleleng Gede Melandrat menambahkan, pelaksanaan pekerjaan yang melewati rencana phisik atau mengalami deviasi positif sebesar 9 % ini, diharapkan dapat selesai tepat waktu.
“Sesuai Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS), hari ini ditargetkan progres phisiknya 14 %, namun perkembangannya mencapai 23 %, berarti ada deviasi positif sebesar 9 %,” terangnya. Setelah dilakukan uji laboraturium, pengiriman Patung Bung Karno dari Jogya dilakukan setelah PPKM.
“Percepatan pekerjaan akan beda dalam beberapa bulan kedepan, setelah pengiriman Patung Bung Karno dan konstruksi Patung Singa Ambara Raja,” pungkasnya.(kar)








