
Agen oksigen sorot skema distribusi
BULELENG – Pasokan seret Oksigen untuk Kabupaten/Kota di Provinsi Bali, tak pelak membuat gerah agen distribusi yang selama ini membantu penyaluran produk migas yang kini sangat dibutuhkan. Sejumlah agen distribusi seperti Bayu Distribusi Gas (BDG) beralamat Pantai Kerobokan Kecamatan Sawan, menyorot skema distribusi oksigen yang diterapkan Pemprov Bali melalui BPBD Provinsi Bali.
“Skema distribusi terpusat oleh provinsi sangat tidak efisien, Oksigen dari Banyuwangi harus ke Denpasar dulu baru kemudian dibagi ke kabupaten/kota, ini tentu sangat tidak efisien dan berpengaruh pada penanganan pasien,” tandas Pemilik BD, Kadek Ngurah Agus Fajar Kurniawan, Sabtu, 24 Juli 2021 usai menerima pasokan Oksigen dari PT. Aneka Gas Samator Group.
Fajar Kurniawan yang juga Prebekel Desa Sudaji mengungkapkan, pengaturan distribusi menjadi satu jalur, sangat tidak efektif dalam penyaluran dan penyediaan oksigen untuk penanganan pasien Covid-19.
“Selain memperpanjang jalur distribusi dan mematikan usaha, distribusi terpusat berpotensi memunculkan aksi monopoli serta permainan harga oksigen termasuk liquid untuk mencari keuntungan oleh oknum tertentu. Karena, oksigen bukanlah barang bersubsidi sehingga harganya tidak dapat diintervensi,” terangnya.
Untuk menghindari monopoli dan permainan harga, selain memperketat pengawasan, akan lebih bijaksana jika pemerintah memanggil dan mengajak seluruh agen distribusi gas maupun oksigen untuk berembuk dan bersama-sama menangani Pandemi Covid-19. (kar)








