
DENPASAR – Salah seorang judoka putra PON Bali, I Komang Adiartha secara mengejutkan dan mendadak tidak boleh turun di PON XX/2021 di papua Oktober mendatang. Hal itu setelah munculnya SK dari PB PJSI baru-baru ini. Alasannyapun tidak masuk akal yakni karena Adiartha membela timnas Indonesia di cabang olahraga (cabor) kuras di SEA Games lalu.
Salah seorang pelatih tim judo PON Bali, Agus Putra Adnyana mengaku sangat kecewa dengan semua keputusan PB itu.
“Jelas kami sangat kecewa. Adiartha membel kuras untuk timnas Indonesia di SEA Games lalu itu kan karena dia tidak masuk sebagai penghuni pelatnas. Salahnya dimana ? Kok ini aneh sekali mendadak ada keputusan seperti itu,” keluh Agus Putra Adnyana, Rabu 30 Juni 2021.
Selain itu yang menjadi pertanyaannya ada apa dengan PB PJSI karena sejak mengikuti pra-PON judo sampai keluarnya long list tahap I dan II, nama Adiartha tetap tercantum sebagai judoka yang lolos PON Papua. Kini di masa injury time entry by name tiba-tiba Adiartha tidak boleh turun di PON Papua oleh PB PJSI.
“Ini sebenarnya ada apa ? Kok benar-benar tidak alasanya tidak masuk akal sekali dengan dasar-dasar yang ada ? Apa ada ketakutan tersendiri seandainya Adiartha main di kelas 73 kg tiba-tiba di final mengalahkan judoka yang nota bene pelatnas ? Apa juga takut pelatnas dinilai gagal jika judokanya sampai kalah dengan judoka non pelatnas ? Kita harus fair saja sebenarnya. Kalah menang itu sudah biasa dipertandingan. Kalau memang judok pelatnas kan bisa dicarikan solusi bersama-sama demi dunia judo Indonesia,” sesal Agus Putra Adnyana.
Meski demikian, dirinya tetap akan memperjuangkan di manager meeting akhir Juli untuk cabor judo PON Papua, karena meski entry by name ditutup 1 Juli 2021 namun di Technical Hand Book (THB) dari PB PON, masih bisa mengganti judoka tapi dengan judoka yang masih masuk long list. (ari)








