
BADUNG – Selama sepekan terakhir, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar melalui akun Instagram memposting 10 kali gempa bumi yang berpusat di sekitar Bali.
Kekuatan gempa mulai Mag=2,1 hingga Mag=4,2 dengan titik pusat gempa ada di selatan, barat, utara, maupun timur Pulau Bali.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar Dwi Hartanto mengatakan, Bali termasuk zona rawan gempa karena pengaruh zona tumbukan dari subduksi lempeng Indo-Australia di selatan Bali maupun sesar-sesar lokal yang ada di daratan Pulau Bali. “Juga ada zona gempa dari back arc thrust di utara Bali,” kata Dwi Hartanto saat dikonfirmasi, Senin 7 Juni 2021.
Kendati masuk zona rawan gempa, Dwi Hartanto menyebut gempa di sekitar Bali tidak selalu terjadi. “Tidak tiap hari gempa terjadi di sekitar Bali, hanya gempa-gempa kecil memang sering terjadi,” ujarnya sembari menambahkan, gempa bumi yang terdeteksi sejak 1 Juni 2021 dominan akibat aktivitas sesar lokal dan subduksi lempeng Indo-Australia.
Ia pun mengimbau masyarakat tidak khawatir, tapi diharapkan tetap waspada. Telebih, gempa berkekuatan di atas Mag=7 yang berpotensi tsunami. “Kami mengimbau masyarakat agar mencari informasi yang dipercaya melalui situs BMKG ataupun aplikasi Info BMKG dan WRS-BMKG. Masyarakat juga kami harapkan senantiasa meningkatkan pengetahuan kaitannya dengan sebelum, saat, dan pasca terjadi gempa,” tandasnya. (adi)








