
DENPASAR – Ketua DPR RI Puan Maharani mewanti-wanti Gubernur Bali Wayan Koster untuk lebih berhati-hati membuka jendela pariwisata Bali. Hal itu dikarenakan, sampai saat ini belum ada negara manapun di dunia yang mampu menangani Corona Virus Disease (Covid-19). Permintaan tersebut disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani saat memantau langsung pelaksanaan vaksinasi berbasis komunitas yang berlangsung di Hongkong Garden, Kamis 27 Mei 2021.
Menurutnya, perekonomian itu sangat penting akan tetapi kesehatan masyarakat jauh lebih penting. Setiap daerah selalu disampaikan untuk lebih berhati-hati ketika akan membuka patiwisata.
“Saya selalu mewanti-wanti ke gubernur setiap daerah, membuka pariwisata jangan pakai emosional. Perekonomian penting, tetapi kesehatan masyarakat yang utama,”ujarnya saat memberi sambutan di Halaman Hongkong Garden.
Puan Maharani mengatakan, dalam pelaksanaan vaksinasi di Bali, pendistribusian vaksin hampir semua menjadi rebutan. Hanya masalah waktu saja, Puan Maharani memastikan semua daerah akan kebagian vaksin hanya masalah waktu saja. Sementara Bali bersama sejumlah daerah lainnya tetap menjadi prioritas. Bali masih membutuhkan 3 juta vaksin dengan harapan agar 70 persen masyarakat Bali bisa divaksin, sehingga pemulihan ekonomi di Bali bisa lebih cepat dilakukan.
Dalam pemantauan dan pengawasan yang dilakukan pada kegiatan vaksinasi berbasis komunitas di Hongkong Garden,, ternyata ada petugas vaksin yang belum mendapatkan vaksin.
“Tadi saya sempat tanya petugasnya, ada yang belum divaksin karena umurnya baru 16 tahun. Hati-hati ini, niat bantu orang justru bahayakan diri sendiri,” tegasnya.
Sementara Gubernur Bali, Wayan Koster menjelaskan, jumlah penduduk Bali berdasarkan data sensus terakhir mencapai 4,3 juta orang. Dari jumlah tersebut, Gubernur memiliki target sebesar 70 persen agar rampung divaksin bulan Juni ini. Gubernur Koster menyebutkan vaksinasi perhari saat ini mencapai 80 ribu, yang semula 3 ribu sehari. Guna mempercepat vaksinasi di Bali, Koster menerapkan metode secara bergorotong royong, secara reguler sesuai paskes kesehatan rumah sakit dan puskesmas.
“Satu hari hanya bisa 3 ribu orang untuk divaksin. Karena itu kami mengembangkan metode lain, berbasis banjar dan komunitas secara gotong royong. Memanfaatkan tenaga kesehatan sampai mahasiswa yang kampusnya memiliki jurusan kesehatan,”bebernya.
Gubernur Koster berharap, kedepan bisa hijau semua, dan Bali nyaman untuk bisa dikunjungi. Target orang yang divaksin 70 persen, sekitar 3 juta orang. Vaksin dua kali suntik, jadi diperlukan 6 juta dosis.
“Dapat saya laporkan bahwa semua kabupaten di Bali saat ini semua zona orange, tidak ada lagi zona merah. Semoga kedepan bisa hijau semua, dan Bali nyaman untuk bisa dikunjungi,” pungkasnya. (arn)








