
DENPASAR – Kran try out untuk cabang olahraga (cabor) PON Bali akhirnya ditutup KONI Bali. Meski demikian untuk try in atau uji coba cabor di Bali tetap dibuka bahkan KONI Bali berjanji bakal memberikan anggaran atau biaya untuk penyelenggaraannya. Semua itu ditegaskan Ketua Umum KONI Bali. Ketut Suwandi. Banyak pertimbangan yang menjadi dasar penutupun kran try out itu.
“Sudah tidak ada lagi try out bagi cabor PON sekarang ini dan yang ada hanya try in. Kalau try in nanti biaya penyelenggaraannya bakal kami bantu dan kami berikan,” tutur Suwandi di KONI Bali, Rabu 19 Mei 2021.
Pertimbangan atas keputusan itu diantaranya karena masalah anggaran serta untuk mencegah Covid-19. Selain itu, juga untuk menghemat waktu dan tenaga.
“Kalau try in kan lebih mudah dan tim PON daerah lainnya yang datang ke Bali kan sudah dirapid antigen atau PCR, sehingga akan lebih aman. Dari sisi anggaran akan lebih berhemat dibandingkan try out,” tegas mantan Ketua Umum KONI Badung itu.
Lantas bagaimana dengan adanya cabor yang melakukan try out ke Jakarta atau provinsi lainnya luar Bali ? Suwandi menjelaskan, semua itu dilakukan cabor itu sendiri. Yang pastinya soal anggaran ditanggung cabor itu sendiri.
“Intinya, semua itu juga terkait dengan waktu mulai sekarang sampai gelaran PON hanya tinggal 3 bulan saja apalagi ada cabor yang sudah pasti bertanding lebih dulu seperti cricket. Jadi saya minta cabor untuk tetap fokus mempersiapkan diri dengan bagus di Bali saja,” tutup Suwandi seraya menambahkan KONI Bali telah membentuk pantia PON guna mempersiapkan segalanya terkait persiapan, berangkat ke Papua dan kembali lagi ke Bali. (ari)








