
DENPASAR – Tim bulutangkis PON Bali akhirnya merubah rencana dan rancangan dari melkoni melakoni try out ke Jawa Timur menjadi rencana dan rancangan try in, pasca pertemuan pengurus Pengprov PBSI Bali termasuk manajer tim bulutangkis PON Bali dengan KONI Bali beberapa waktu lalu.
“Dalam pertemuan itu, KONI Bali menyarankan kami disarankan melakoni try in saja di Bali. Akhirnya kami harus merancang ulang semua itu. Sasaran pastinya kami akan mengundang tim bulutangkis PON dari daerah di Pulau Jawa seperti diantaranya DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten atau daerah lainnya. Tapi tak menutup kemungkinan daerah lainnya,” ujar manajer tim bulutagkis PON Bali IGB Arya Candra Palasara, Minggu 16 Mei 2021.
Diakuinya, pertimbangan sasaran daerah di Pulau Jawa itu karena memang pulau Jawa merupakan barometer perbulutangkisan di Indonesia. Hal itu, bakal secepatnya dijajaki untuk bisa diundang dengan bentuk latihan bersama. Tujuannya untuk memotivasi atlet dan menghilangkan rasa jenuh berlatih terus tanpa ada sparing.
“Karena itulah, kami terus menggembleng pebulutangkis putra dan putri PON Bali dari sisi fisik dan teknik. Secara umum untuk teknik sudah masuk peningkatan di sekitaran 70 persen sedangkan untuk fisik 50 persen,” ungkap pria yang biasa disapa Tu Gus itu.
Tu Gus yang juga Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov PBSI Bali itu juga mengutarakan, untuk fisik setelah Lebaran ini, para pebulutangkis PON Bali bakal digenjot di tempa pegunungan atau di pantai sebisa mungkin dilakukan sepekan sekali.
“Kalau teknik kami akan meningkatkan jadwal latihan dari sepekan lima kali akan bertambah sepuluh kali. Artinya latihan teknik dengan sepuluh kali latihan akan dilakukan pagi dan sore, sementara sekarang ini masih sore saja,” demikian Tu Gus. (ari)








