
DENPASAR – Mantan Ketua Umum (Ketum) Pengprov Pertina Bali, N. Adi Wiryatama menilai, hanya orang ‘gila’ yang mau mengurus tinju karena tidak mudah dan berat terutama untuk mengurus di dunia tinju. Itu diutarakan saat dikonfirmasi terkait kepengurusan baru Pertina Bali periode 2021-2025 dibawah komando Ketum anyar Made Muliawan Arya atau De Gadjah.
“Saya yakin percaya De Gadjah merupakan tenaga muda dan potensial. Di dunia tinju hanya orang-orang ‘gila’ yang mau mengurus. Kalau tidak ‘gila’ tidak akan mau mengurus cabang olahraga ini. Harapan saya sekarang ini dengan kepengurusan baru ini, apalagi saya sebagai Pembina di sana maka De Gadjah akan lebih leluasa, lebih bagus dan sangat serius memimpin Pertina Bali,” kata Adi Wiryatama, Minggu 18 April 2021.
Selain itu Pria yang 16 tahun jadi ketua Pertina Bali ini juga berharap, ke depan tinju bakal lebih bagus karena dikombinasikan antara tinju dengan pariwisata atau sport tourism, sehingga bisa membawa petinju-petinju dunia datang ke Bali.
Kembali terkait susahnya mengurus tinju diceritakn Adi Wiryatama yang juga Ketua DPRD Provinsi Bali itu yakni bagaimana beratnya saat dirinya mulai menjabat Ketum mulai 2002.
“Buktinya berat mengurus tinju terbukti saat itu Ketum dijabat Danrem akhirnya menyerah. Bukan berat terkait berlaganya petinju namun mengurus kepengurusan karena karakter petinju itu kan keras-keras sehingga perlu menyatukan satu petinju dan petinju lainya dengan solid agak susah. Belum lagi masih ada kubu-kubu dalam hal ini sasana tinju yang bertikai,” pungkasnya. (ari)








