
BULELENG – Berbagai bentuk kegiatan, dilakukan warga masyarakat Bumi Den Bukit untuk memperingati HUT Ke-417 Kota Singaraja. Tidak hanya apel bendera yang dihelat rutin Pemkab Buleleng setiap tanggal 30 Maret 2021, berbasis protokol kesehatan (prokes) yang ketat, warga yang tergabung dalam wadah organisasi pemuda, kemasyarakatan maupun Pengkab Olahraga, juga menggelar kegiatan renungan, bhakti sosial hingga diskusi mengupas nilai heroik patriotik lahirnya Kota Singaraja.
Renungan, digelar warga yang tergabung dalam wadah Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Buleleng dan Loyalis Dokter Caput (LDC) di Tugu Singa Ambara Raja atau titik nol Kota Singaraja.
“Renungan kami laksanakan Senin, 29 Maret 2021 tengah malam pukul 00.00 WITA, untuk dapat memaknai lahirnya Kota Singaraja, sekaligus memanjatkan doa mengucap syukur kehadapan Tuhan, kepada beliau yang bersemayam di Tugu Singa Ambara Raja, atas kedamaian,” tandas Ketua BMI Buleleng Ketut Putra Sedana.
Selain renungan, kata Putra Sedana yang akrab disapa Dokter Caput, bersama pemuda yang tergabung dalam wadah LDC dan Pengkab Inkai Buleleng juga menggelar bhakti sosial (bhaksos).
“Bhakti sosial berupa bedah rumah, kami sampaikan bersama LDC kepada Nenek Siti di Desa Bhaktiseraga,” jelasnya.
Sementara bhaksos berupa donor darah dilaksanakan bersama PMI Cabang Buleleng di Sekretariat KONI Buleleng.
“Donor darah dari pengurus, karateka dan keluarga karateka ini diharapkan dapat menambah stok darah PMI,” ujarnya.
Sementara diskusi tentang nilai-nilai heroik dan patriotik Lahirnya Kota Singaraja, dilakukan Penglingsir Puri Buleleng Anak Agung Wiranata Kusuma. Bersama sejumlah penglingsir dan pemerhati Budaya Den Bukit, penglingsir yang juga Kabagops Polres Buleleng berharap peringatan HUT Ke-417 Kota Singaraja dilakukan secara sederhana namun bermakna.
“Artinya, peringatan dilakukan sesuai momentum, sehingga masyarakat tahu dan memahami apa dilakukan seperti halnya HUT Ke-417 Kota Singaraja ini,” pungkasnya. (kar)








