
GIANYAR – Gubernur Bali Wayan Koster menilai sistem vaksinasi berbasis banjar di Ubud, Gianyar, merupakan inovasi baru dalam manajemen vaksinasi Covid-19.
“Istimewanya dari Gianyar adalah inovasi manajemen vaksin yang betul-betul berbasis banjar dan melibatkan semua organisasi perangkat daerah. Masing-masing banjar sebagai penanggung jawab dan melibatkan rumah sakit pemerintah maupun swasta. Jadi, semua pihak diajak berkontribusi berpartisipasi untuk melaksanakan vaksinasi,” kata Koster saat meninjau vaksinasi massal sistem banjar di Ubud, Senin 22 Maret 2021.
Menurutnya, melalui vaksinasi massal itu akan menjadikan Ubud sebagai zona hijau yang nantinya boleh dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Karenanya, kawasan Ubud menjadi prioritas vaksinasi dengan jumlah penduduk 47.000 jiwa termasuk tenaga kerja dari luar. “Saya berharap apa yang diterapkan Bupati Gianyar bisa dilakukan di kabupaten lain sehingga percepatan vaksinasi di Provinsi Bali yang diprioritaskan oleh Presiden Jokowi dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan target yang ditentukan,”harap Koster.
Sementara, Bupati Gianyar I Made Mahayastra menyampaikan, vaksinasi yang dilakukan di kawasan Ubud merupakan persiapan menyongsong dibukanya kembali kunjungan wisatawan. “Dari dulu harapan masyarakat Ubud agar pariwisata dibuka kembali, tapi mereka tidak tahu langkah-langkahnya. Langkah awal harus kita pastikan semua masyarakat sudah divaksin dan kita lakukan hari ini. Disamping itu semua, perusahaan sudah memiliki sertifikat CHSE (Clean, Health, Safety, and Environment) dan juga manajemen protokol kesehatan di masing-masing perusahaan, hotel, dan restoran sehingga kedepan ketika saatnya pariwisata dibuka kita sudah siap untuk menerima kunjungan wisatawan,” jelasnya.
Vaksinasi massal berbasis banjar diberikan kepada 32.000 orang dari 47.000 orang yang telah didata. Vaksin tahap kedua diberikan setelah delapan minggu dari vaksin pertama . “Mengingat vaksin baru bukan dari Sinovac maka perlu waktu delapan minggu untuk vaksin kedua sehingga kita punya persiapan. Kalau ada sisa, kita bawa ke wilayah Mas dan Peliatan. Mudah-mudahan secepatnya Ubud menjadi motor bangkitnya pariwisata Bali dan menjadi pilot project zona hijau bebas Covid dari pemerintah pusat,” harapnya.
Desa yang menjadi fokus pelaksanaan vaksin yaitu Kedewatan, Sayan, Petulu dan Kelurahan Ubud dengan total 33 banjar. Vaksinasi massal sistem banjar menuju Ubud hijau dipastikan selesai dalam waktu lima hari. (jay)








