
DENPASAR – Cabang olahraga (cabor) yang atetnya lolos ke PON XX/2020 di Papua, 2 – 15 Oktober 2021 mendatang bakal masing-masing didampingi manajer tim. Hal itu sesuai dengan Surat Keputusan (SK) KONI Bali untuk Pelatda Bali.
Memang yang terjadi di lapangan masih ada beberapa manajer tim yang belum tahu atau belum paham benar posisinya apakah nantinya bakal mendampingi timnya sampai ke PON Papua atau tidak.
Kepastian manajer tetap mendampingi tim sampai PON Papua itu ditegaskan Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bali IGN. Oka Darmawan saat mendampingi Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, Senin 15 Maret 2021.
“Seperti yang telah disampaikan bapak Ketua Umum KONI Bali (Ketut Suwandi,red), jika manajer itu dalam SK KONI Bali untuk Pelatda Bali merupakan bagian dari ofisial yang bakal berangkat bersama atlet dan pelatih ke PON Papua,” ungkap Oka Darmawan diamini Suwandi.
Manajer lanjutnya, merupakan posisi yang tugasnya mengelola tim juga tujuannya untuk mengawasi pelatih dan atlet sedangkan pelatih mengawasi atletnya serta melaporkan segala hal terkait tim kepada manajer.
“Artinya manajer harus tahu semuanya dan harus memperoleh laporan dari pelatih soal teknis maupun non teknis persiapan tim. Jadi komunikasi utama yang terjadi yakni pelatih harus melaporkan perkembangan segalanya kepada manajer,” tambah Oka Darmawan.
Diharapkannya, para manajer tim PON bisa mengelola timnya dengan baik dan bagus dengan sasaran untuk hasil terbaik yang dicapaitimnya di PON Papua nantinya.
“Jadi antara manajer atau ofisial, pelatih dan atlet harus bersama-sama mengejar prestasi puncak,” pungkas Oka Darmawan. (ari)








