
DENPASAR – Alit Kumala Dewi, S.Sn., M.Ds, sukses menyelesaikan program studi S3 di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Ia meraih gelar doktor perdana sekaligus termuda di kampus seni tersebut.
Promovenda yang juga Dosen Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Denpasar tersebut mempertahankan desertasi berjudul “Konsep Kreatif, Makna, dan Ideologi Dalam Iklan Televisi Susu Formula Anak” di Gedung Citta Kelangen, Jumat 26 Februari 2021.
Selesai ujian, Kumala Dewi dalam desertasinya melakukan penelitian terhadap 10 iklan susu formula bayi yang tayang di televisi. “Saya mengkaji iklan itu dari sudut seni desain komunikasinya sesuai bidang keilmuannya saya,” kata perempuan yang sedang mengandung anak ketiga tersebut.
Menurutnya, esensi dari kesepuluh iklan yang diteliti sudah sangat baik, terutama dari sisi edukasinya. Semua iklan, lanjut dia, mengaudio-visualkan bagiaman pola asuh yang baik. Kandungan nutrisi yang ditawarkan dalam iklan juga riil pada produknya. Ia beralasan, kajian terhadap iklan susu formula bayi sangat penting karena iklan memiliki pengaruh yang kuat terhadap pilihan asupan untuk buah hati tercinta. Dengan kata lain, iklan dapat ‘menghipnotis’ para pemirsanya. “Tapi saya tetap anjurkan bahwa ASI adalah pilihan terbaik,” sarannya.
Ketua Sidang Ujian Terbuka sekaligus Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum. Prof. Arya Sugiartha mengucap syukur Program PascaSarjana yang didirikan September 2017 sukses melahirkan doktor untuk kali pertama.”Ini akan menjadi jalan bagi kandidat doktor lain yang sudah antre sekitar 10 orang. Kemarin saya cek ada yang sudah tahap proposal dan seminar hasil,” ujarnya.
Ia merasa proses akademik di ISI Denpasar berjalan sesuai harapan. Sejak dibuka, minat calon doktor datang dari berbagai daerah. ” Minat mahasiswa melanjutkan program S3 di Pascasarjana ISI mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan mahasiswa asing, ada dari Jepang,” sebut pria asal Pujungan, Tabanan itu.
Guru Besar Seni Karawitan menambahkan, wisuda ISI Denpasar Maret 2021 mendatang menjadi mementum spesial karena lulusannya lengkap mulai dari sarjana terapan, sarjana, magister dan doktor.
Arya mengungkapkan, wisuda bulan depan juga menandai berakhirnya masa kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di kampus seni plat merah tersebut. Arya berharap penggantinya, yakni Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnana, M.Sn., mampu memimpin insitusi jauh lebih baik darinya.
Selama dua periode menjabat, Arya merasa sangat didukung oleh seluruh jajaran di bawahnya sehingga sukses mengantarkan ISI Denpasar menggapai Visi tahun 2020 sebagai Centre Menjadi Pusat Unggulan (Centre of Excellence) Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal Berwawasan Universal. Melahirkan karya seni yang kreatif dan adaptif. Melahirkan penelitian yang berkualitas dan bernilai guna.(sur)








