
DENPASAR – Pengprov FPTI Bali nampaknya masih dihadang kendala untuk bisa membentuk tim inti Panjat Tebing PON Bali. Terutama dalam prosesnya dengan membentuk simulasi sebagai penilaian siapa panjat tebing Bali yang pantas menghuni tim inti. Hal ini karena atlet lolos PON melalui pra-PON lalu tidak jaminan menghuni tim inti lantaran harus bersaing dengan atlet pelapis yang tak kalah kualitasnya.
Seperti diutarakan Wakil Ketua II FPTI Bali Suhardi Eka Prasetya, kendala untuk melakukan simulasi masih dihadang pandemi Covid-19. Memang sempat melakukan sparing ketika tim panjat tebing PON Jawa Tengah try out ke Bali, namun hal itu tidak bisa semata-mata untuk penilaian atlet yang pantas menghuni tim inti.
“Kalau rencananya memang akhir Februari setidaknya tim inti PON sudah terbentuk karena terkait administrasi KONI Bali. Namun kami memang kesulitan dengan faktor alam dan musibah. Jika sempat sparing dengan tim PON Jawa Tengah lalu, namun berlanjut dengan PSBB dan hujan yang kerapkali turun pada sore hari. Akibatnya simulasi untuk menentukan atlet di tim inti terganjal,” kata Suhardi Eka Prasetya, Selasa (12/1/2012).
Pihaknya akan melakukan simulasi selama dua hari tidak hanya sekali namun setidaknya sebulan sekali atau sebulan dua kali. Pertimbangan simulasi memang atlet yang lolos PON 8 orang namun masih sifatnya entry by number. Dengan demikian maka di simulasi bakal diadu atlet senior dengan atlet pelapis yang kualitasnya memang tak kalah dengan atlet senior atau atlet yang lolos PON melalui pra-PON lalu.
“Kalau simulasi dilakukan beberapa kali maka akan kelihatan konsistensi atlet itu sendiri. Misalnya satu atlet di setiap simulasi selalu juara maka atlet itu jelas konsisten menjaga kualitasnya. Jadi simulasi bakal ketat nantinya karena atlet senior atau atlet yang lolos PON melalui pra-PON pastinya tak ingin tersingkir untuk bisa masuk PON sedangkan atlet pelapis pastinya juga ngotot untuk bisa masuk tim inti. Kalau pelapis sekarang ini masih ada 5 tapi semua putra dan kemungkinan nanti kami carikan pelapis untuk putri agar ikut simulasi,” pungkas Suhardi. (ari)








