
BULELENG – Momentum peringatan Hari Koperasi ke-79 tahun 2026, tak hanya dimanfaatkan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra untuk mengajak seluruh koperasi, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Buleleng bertranformasi dan beradaptasi dengan era digitalisasi.
Koperasi juga didorong untuk melakukan penguatan sinergitas bersama pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Seluruh koperasi di Kabupaten Buleleng harus terus bertransformasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta memanfaatkan digitalisasi guna memperkuat peranan koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan,” tandas Bupati Sutjidra pada acara peringatan Hari Koperasi ke-79, di Puri Sasana Budaya Singaraja, Jumat (24/7/2026).
Bupati Sutjidra menegaskan semangat Hari Koperasi harus menjadi motivasi untuk membangkitkan kembali koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa agar semakin berdaya saing dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.
“Saat ini Kabupaten Buleleng memiliki 573 koperasi, dengan 486 koperasi aktif dan 87 koperasi yang belum aktif. Ini merupakan kekuatan besar untuk menggerakkan perekonomian daerah. Kami berharap koperasi yang belum aktif dapat kembali bangkit sehingga mampu memberikan manfaat bagi anggotanya,” ujarnya.
Potensi tersebut akan semakin kuat apabila koperasi mampu bersinergi, menjalin kolaborasi bersama ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng.
“Dengan sinergitas, saya yakin dapat memperluas pasar produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa,” tegasnya.
Bupati Sutjidra juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam melaksanakan tata kelola koperasi dengan prinsip dari, oleh dan untuk anggota.
“Pada era digital, koperasi dituntut memiliki SDM yang kompeten agar mampu menjalankan pelayanan secara lebih efektif, efisien dan profesional, termasuk memperluas pemasaran produk. Peluang koperasi saat ini sangat besar, sehingga pengurus harus memiliki jiwa entrepreneur, mampu memetakan potensi di wilayahnya, membina anggota, serta memanfaatkan digitalisasi agar koperasi semakin maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tandas Bupati Sutjidra diapresiasi Nengah Tenaya.
Selaku Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Buleleng, Tenaya menegaskan kehadiran KDMP bukan pesaing koperasi yang sudah ada, tetapi mitra dalam memperkuat gerakan koperasi di tingkat desa.
“Kalau di desa/kelurahan sudah ada koperasi simpan pinjam, maka KDMP dapat bergerak di sektor riil. Prinsipnya adalah membangun sinergi agar sehingga koperasi dapat berkembang bersama, mensejahterakan anggota sekaligua memperkuat ekonomi kerakyatan,” pungksnya.(*)








