
BULELENG – Pemkab Buleleng melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyikapi serius hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) selama 60 hari kedepan.
Selain melakukan mitigasi bersama perangkat daerah dan institusi terkait, HTH Bali yang berada pada katagori masih ada hujan kekeringan sangat panjang (31-60 hari tidak turun hujan) juga disikapi dengan layanan truk tanki air bersih.
“Kita sudah lakukan mitigasi dan melaksanakan layanan truk tangki air bersih darurat bersama Perumda Tirta Hita Buleleng dan PMI,” tandas Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Gede Suyasa, usai memantau distribusi air bersih di Kecamatan Sawan, Minggu (12/7/2026).
Mantan Camat Tejakula ini mengungkapkan, selain untuk memenuhi kebutuhan air bersih akibat kemarau panjang, layanan juga disediakan bagi warga masyarakat yang pasokan air bersih di wilayahnya mengalami gangguan.
“Seperti layanan truk tangki air bersih yang dilakukan Regu II Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Buleleng hari ini pada tiga banjar dinas di Desa Jagaraga Kecamatan Sawan,” ungkapnya.
Untuk memenuhi permohonan yang diajukan Kepala Desa/Perbekel Desa Jagaraga, Regu II TRC BPBD Buleleng hadir di Desa Jagaraga untuk melayani kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih karena adanya perbaikan senderan irigasi subak yang berdampak pada layanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) desa setempat.
Ia menambahkan, pendistribusian air bersih sebanyak 10.000 liter dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK) sebagai fasilitas sanitasi dasar warga masyarakat.
“Pendistribusian air bersih dilakukan pada Banjar Dinas Kangin Luan, Banjar Dinas Kauh Teben dan Banjar Dinas Tengah Desa Jagaraga Kecamatan Sawan, untuk memenuhi kebutuhan MCK masyarakat selama proses perbaikan senderan irigasi subak dan jaringan pipa air bersih yang dikelola desa berlangsung,” pungkasnya.(*)








