
DENPASAR – Pertunjukan drama klasik kolosal Sumpah Drupadi garapan Sanggar Teater Mini sukses memukau penonton pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Denpasar, Sabtu (11/7/2026) malam.
Sejak pementasan dimulai, ratusan penonton tampak larut dalam kisah yang diangkat dari epos Mahabharata tersebut. Alur cerita yang kuat, dialog yang hidup, serta tata artistik yang megah membuat penonton bertahan hingga akhir pertunjukan.
Naskah dan penyutradaraan dipercayakan kepada Ida Bagus Anom Ranuara, dengan Anak Agung Ngurah Mahadipta sebagai asisten sutradara sekaligus stage manager. Sementara pimpinan produksi dipegang oleh I Gusti Ayu Rasmini.
Kisah Sumpah Drupadi berawal dari permainan judi antara Pandawa dan Kurawa. Kekalahan Pandawa membuat mereka kehilangan harta, tahta, bahkan kehormatan. Dalam kondisi terhina, mereka harus menerima nasib sebagai budak Kurawa.
Puncak konflik terjadi ketika Duryodana yang dipenuhi kebencian memerintahkan Dursasana untuk menelanjangi Drupadi di hadapan para bangsawan. Namun keajaiban terjadi. Kain yang dikenakan Drupadi tak kunjung habis meski terus ditarik Dursasana.
Peristiwa itu membuat Raja Drestarata menyadari kesalahan yang terjadi dan membatalkan niat menjadikan Pandawa sebagai budak. Sebagai gantinya, Pandawa dijatuhi hukuman pengasingan ke hutan selama 13 tahun.
Dalam penderitaan dan penghinaan yang dialaminya, Drupadi kemudian mengucapkan sumpah. Ia bertekad menghancurkan Kurawa beserta sekutunya dan menuntut balas atas perlakuan Dursasana yang telah merendahkan martabatnya.
Tidak hanya menghadirkan kisah heroik dan sarat pesan moral, pertunjukan ini juga menawarkan sentuhan artistik yang segar. Dialog berbahasa Indonesia dipadukan dengan iringan gamelan inovatif yang memperkuat suasana dramatik di setiap adegan.
Di tengah ketegangan cerita, kemunculan tokoh punakawan Celokontong Mas menjadi penyegar suasana. Kelucuan dan kritik sosial yang disampaikan tokoh tersebut beberapa kali mengundang gelak tawa penonton.
Penampilan Sanggar Teater Mini menjadi sajian perdana dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani VIII Tahun 2026. Selama 14 hari ke depan, festival ini akan menghadirkan beragam pertunjukan seni modern dan kontemporer, mulai dari teater, musik, tari, sastra, hingga seni rupa yang menampilkan kreativitas para seniman Bali dan Indonesia.
Melalui pementasan Sumpah Drupadi, Festival Seni Bali Jani kembali menunjukkan komitmennya sebagai ruang pertemuan antara nilai-nilai klasik dan semangat inovasi, menghadirkan karya-karya yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya Nusantara. (*)








