
KUTSEL – Ratusan anak memadati kawasan Pulau Peninsula, The Nusa Dua, Jumat (3/7/2026) lalu. Dengan antusias mereka mengikuti berbagai aktivitas dan menyaksikan atraksi menarik, yang digelar dalam rangka menyemarakkan masa libur sekolah sekaligus menyambut Hari Anak.
General Manager The Nusa Dua ITDC, I Made Agus Dwiatmika menyebutkan, sedikitnya ada 600 anak beserta orang tua yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Tidak sedikit di antaranya yang juga merupakan anak-anak berkebutuhan khusus dan anak yatim.
Menurut Dwiatmika, penyelenggaraan kegiatan itu terlaksana atas kolaborasi bersama berbagai pihak. Di antaranya dengan Merusaka, Bali Safari, Bali Collection, Museum Pasifika, serta sejumlah komunitas. “Melalui kegiatan ini, kami ingin Nusa Dua jauh lebih inklusif lagi,” sebutnya.
Ada banyak aktivitas yang dihadirkan dalam penyelenggarannya. Misalnya, dari Bali Literasi yang mengajak anak-anak untuk mengekspresikan diri dan menuliskan cita-cita mereka melalui warna-warni pada lembaran kain putih. Kemudian, dari Bali Safari disuguhkan kesempatan interaksi dengan sejumlah binatang. “Ada juga mendongeng, membuat rajutan, dan pertunjukan,” imbuhnya.
Semua aktivitas ini diberikan secara gratis. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa kawasan The Nusa Dua merupakan destinasi wisata yang ramah keluarga (family friendly). Melihat antusiasme yang tinggi, pihak manajemen berkomitmen untuk menjadikan acara ini sebagai agenda rutin. “Rencananya ini akan kami adakan setiap tahun. Namun mungkin bentuknya berbeda,” kata Dwiatmika.
Di sisi lain, momentum libur sekolah ini juga membawa dampak positif bagi industri perhotelan di kawasan setempat. Dwiatmika memperkirakan rata-rata tingkat hunian (okupansi) hotel pada bulan Juli ini mampu mencapai angka 75 hingga 80 persen, dengan dominasi kunjungan wisatawan mancanegara.
“Perbandingannya 85 banding 15 persen. Itu untuk yang menginap. Tapi kalau untuk yang berkunjung kami lihat meningkat juga,” pungkasnya. (adi)








