
GIANYAR – Perhelatan Piala Dunia 2026 membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan usaha kuliner di Bali. Salah satu tempat yang mengalami peningkatan kunjungan adalah Enclave Lounge & Bistro Ubud, Gianyar, yang menghadirkan pengalaman menonton bersama (nobar) dengan suasana internasional selama turnamen berlangsung.
Untuk mengakomodasi antusiasme pecinta sepak bola, Enclave Lounge & Bistro Ubud yang berada di bawah naungan Plataran Indonesia memperpanjang jam operasional menjadi 24 jam setiap hari hingga partai final usai digelar. Kebijakan tersebut diambil agar wisatawan maupun masyarakat lokal dapat menyaksikan pertandingan dengan lebih nyaman, termasuk laga yang berlangsung dini hari.
Bar Manager Enclave Lounge & Bistro Ubud, I Putu Eka Bhuana Putra, Jumat (3/7/2026) mengatakan sebagian besar tamu yang datang merupakan wisatawan mancanegara, terutama dari berbagai negara di Asia. Namun, warga lokal juga menunjukkan minat yang tinggi, khususnya saat tim-tim favorit berlaga.
Menurutnya, momen Piala Dunia menjadi ajang berkumpulnya wisatawan dari berbagai negara yang sedang berlibur di Bali. Mereka hadir mengenakan atribut kebanggaan masing-masing untuk memberikan dukungan kepada tim favorit sehingga menciptakan atmosfer nobar yang meriah dan berkelas internasional.
“Ketika pertandingan besar berlangsung, wisatawan asing biasanya datang memberikan dukungan kepada negaranya masing-masing. Di sisi lain, masyarakat lokal juga menunjukkan antusiasme yang tinggi sehingga atmosfer nobar menjadi semakin hidup,” ujarnya.
Menjelang laga final yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juli 2026 pukul 03.00 Wita, Enclave Ubud telah menyiapkan berbagai rangkaian acara untuk memeriahkan suasana. Kegiatan akan diawali dengan penampilan live music mulai pukul 20.00 Wita, dilanjutkan sajian buffet, serta area garden outdoor yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk bersantai sebelum kick-off.
Pilihan kuliner yang disediakan pun cukup beragam, mulai dari hidangan bergaya Amerika berbahan dasar ayam dan ikan hingga menu Asia dan Barat yang menjadi favorit para tamu.
Area nobar didesain dengan konsep santai menggunakan karpet dan sofa sehingga pengunjung dapat menikmati pertandingan dengan lebih nyaman. Selain itu, tersedia aneka koktail serta program happy hour untuk melengkapi pengalaman bersantai.
“Konsep yang kami hadirkan adalah social lifestyle, yaitu menyediakan ruang berkumpul bagi semua orang tanpa memandang asal negara untuk menikmati pertandingan sekaligus berbagi semangat melalui sepak bola,” jelas Eka.
Sementara itu, Cluster Marketing Communication Executive Plataran Indonesia Bali Area, Nyoman Bagus Ari Sadewa, mengatakan perpaduan antara hiburan olahraga dan pengalaman kuliner menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Enclave Ubud juga didukung area parkir yang mampu menampung kendaraan roda dua, mobil hingga minibus, serta dua layar sport screen berukuran besar untuk memberikan pengalaman menonton yang lebih maksimal.
Bagus mengungkapkan, selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 jumlah kunjungan ke Enclave Ubud meningkat sekitar 34 persen dibandingkan hari biasa. Pihaknya optimistis angka tersebut akan terus bertambah menjelang partai final.
“Kami melihat antusiasme pengunjung terus meningkat dan yakin tren positif ini akan berlanjut hingga laga puncak berlangsung,” katanya.
Pada sejumlah pertandingan sebelumnya, Enclave Ubud dipenuhi suporter dari berbagai negara. Kehadiran mereka semakin memperkuat citra tempat tersebut sebagai salah satu lokasi nobar Piala Dunia 2026 dengan atmosfer internasional di kawasan Ubud. (*)








