
SANUR – Seniman Bali Ni Wayan Sutariyani, yang akrab disapa NIWAY, menggelar pameran tunggal bertajuk “Unconditional Love” di Sudakara ArtSpace, Sudamala Resort Sanur. Pameran ini menghadirkan rangkaian karya bergaya figuratif-abstrak yang mengajak pengunjung menyelami makna cinta tanpa syarat, keyakinan, kenangan, serta hubungan antarmanusia melalui bahasa visual yang jujur, puitis, dan sarat kedalaman spiritual.
Dalam pameran ini, NIWAY berkolaborasi dengan penulis Hartanto untuk menghadirkan pengalaman artistik yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga mengundang refleksi batin. Setiap karya menjadi ruang dialog antara emosi, pengalaman hidup, dan nilai-nilai kemanusiaan yang universal.
Pembukaan pameran yang berlangsung pada Jumat (3/7/2026), dihadiri oleh Direktur Sudamala Resort Sanur, Putu Suasta. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen Sudamala Resort Sanur dalam mendukung perkembangan seni dan budaya dengan memberikan ruang yang layak bagi para seniman untuk berkarya, berekspresi, dan berinteraksi dengan masyarakat.
Seni sebagai Jembatan: Menghubungkan Manusia dan Budaya
Lebih dari sekadar sebuah pameran, Unconditional Love merupakan sebuah percakapan yang menghubungkan manusia melalui seni.
Di Sudamala Resorts, perjalanan yang bermakna tidak hanya dimaknai sebagai menikmati keindahan destinasi atau kenyamanan akomodasi. Lebih dari itu, perjalanan adalah kesempatan untuk berjumpa dengan budaya, manusia, serta kisah-kisah yang hidup di dalamnya. Berangkat dari keyakinan tersebut, Sudakara ArtSpace dihadirkan sebagai ruang budaya yang mempertemukan seniman Indonesia kontemporer dengan perspektif global dalam sebuah dialog yang terbuka dan inspiratif.
Melalui ruang ini, seni menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai latar belakang, pengalaman, dan cara pandang. Karya-karya yang dipamerkan tidak hanya untuk diapresiasi secara visual, tetapi juga menjadi medium untuk membangun pemahaman, empati, dan hubungan yang lebih mendalam antarmanusia.
Melalui Unconditional Love, NIWAY mengajak setiap pengunjung untuk merenungkan makna kasih yang melampaui batas, menemukan harapan di balik kenangan, serta merasakan keterhubungan dalam perjalanan kehidupan. Pameran ini menegaskan bahwa seni adalah bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan, membuka ruang dialog, dan memperkaya pengalaman setiap orang yang hadir.
Pameran ini sekaligus memperkuat peran Sudakara ArtSpace sebagai ruang seni yang terus mendukung lahirnya gagasan-gagasan kreatif serta menjadi wadah pertemuan antara seniman, masyarakat, dan dunia internasional melalui kekuatan seni dan budaya. (wb3)








