
BULELENG – Wakil Bupati (Wabup) Buleleng, Gede Supriatna bersama Forkopimda Buleleng, Senin, 29 Juni 2026 petang menghadiri persembahyangan bersama pada upacara piodalan di Pura Jagatnatha.
Selain menyampaikan rasa syukur, pada momentum itu juga ditekankan pentingnya pelaksanaan persembahyangan dan bhakti pada piodalan bagi umat Hindu di Buleleng.
“Keberadaan Pura Jagatnatha bukan hanya sebagai tempat suci untuk beribadah, tetapi juga menjadi simbol Kabupaten Buleleng yang disungsung bersama oleh pemerintah dan masyarakat,” tandas Wabup Supriatna pada persembahyangan bersama di Pura Jagatnatha Singaraja.
Wabup Supriana menegaskan, selama 33 tahun berdiri, Pura Jagatnatha telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Pemerintah Kabupaten Buleleng.
“Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga kesucian pura, melaksanakan ayahan, serta mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang berlangsung di dalamnya,” tegas Supriatna meyakinkan.
Pura Jagatnatha adalah simbol Pemerintah Kabupaten Buleleng sekaligus simbol masyarakat Buleleng.
“Karena itu, sudah menjadi kewajiban kita bersama, khususnya pemerintah daerah, untuk menjaga, merawat, dan melaksanakan pengabdian di pura ini, tidak hanya saat piodalan tetapi juga pada hari-hari suci keagamaan lainnya,” terangnya.
Selain pelaksanaan upacara piodalan, Wabup Supriatna juga mengajak seluruh umat Hindu agar senantiasa hadir dan bersembahyang di Pura Jagatnatha pada hari-hari besar keagamaan seperti Hari Raya Galungan, Kuningan, Saraswati, Tumpek, dan perayaan keagamaan lainnya.
“Hal tersebut merupakan bentuk penguatan nilai-nilai spiritual sekaligus menjaga keberlangsungan fungsi pura sebagai pusat pembinaan umat,” jelasnya.
Momentum piodalan ini juga dimanfaatkan untuk memohon doa restu dan dukungan masyarakat terhadap berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
“Sebaik apa pun program yang disusun pemerintah, tanpa dukungan, doa, dan partisipasi masyarakat, program tersebut tidak akan berjalan secara optimal. Karena itu kami memohon doa restu agar seluruh program pembangunan dapat terlaksana dengan baik demi kemajuan Buleleng,” ungkapnya.
Wabup Supriatna juga seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta bersama-sama mewujudkan cita-cita pembangunan Kabupaten Buleleng yang sejahtera, damai, dan harmonis.
“Saya berharap nilai-nilai keagamaan yang tumbuh dari Pura Jagatnatha menjadi landasan moral dalam membangun Buleleng yang maju, makmur, dan penuh kebahagiaan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.(*)








