
DENPASAR – Hari Raya Galungan dan Kuningan selalu mengajarkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya tentang mengalahkan adharma di luar diri, tetapi juga menaklukkan ego, keserakahan, dan ketidakpedulian yang ada dalam diri kita sendiri.
Di tengah kemajuan dan perubahan yang terus terjadi, Bali menghadapi banyak tantangan. Alam yang harus dijaga, budaya yang harus diwariskan, serta tata ruang yang harus ditata dengan bijaksana agar tetap menjadi rumah yang layak bagi generasi mendatang.
Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Galungan dan Kuningan sebagai saat yang tepat untuk melakukan mulat sarira atau introspeksi diri untuk membangun kesadaran kolektif.
Menurut politisi PDIP asal Tabanan tersebut, menjaga Bali bukan hanya menjadi tugas pemerintah atau segelintir orang. Menjaga Bali berarti menjaga alamnya, budayanya, tata ruangnya, serta nilai-nilai yang selama ini menjadi identitas Pulau Dewata.
“Sepanjang perjalanan bersama Pansus TRAP, kami sering menghadapi pertentangan batin ketika menemukan berbagai pelanggaran. Namun di sisi lain, tempat-tempat itu juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak rakyat Bali. Karena itu, kami berupaya menghasilkan rekomendasi yang objektif demi kepentingan Bali ke depan,” ungkapnya, Minggu (14/6/2026).
Ia menegaskan bahwa satu orang tidak akan pernah cukup untuk menjaga Bali. Dibutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat yang hidup dan mencari rezeki di Bali untuk ikut bertanggung jawab menjaga pulau ini dengan menaati aturan dan tatanan yang telah disepakati bersama.
Dalam momentum suci Galungan dan Kuningan, Supartha mengajak seluruh masyarakat untuk merenungkan satu pertanyaan sederhana namun mendalam: “Apa yang sudah kita berikan untuk Bali?”
Sebab Bali tidak akan tetap lestari hanya karena kebesaran warisan leluhur. Bali akan tetap berdiri kokoh apabila setiap generasi memiliki kesadaran untuk merawat, menjaga, dan mencintainya melalui tindakan nyata.
Rahajeng Rahina Galungan lan Kuningan. Semoga kemenangan Dharma membawa kebijaksanaan bagi kita semua untuk terus menjaga Bali, rumah bersama yang diwariskan oleh leluhur dan akan kita titipkan kepada generasi mendatang. (*)








