
BADUNG – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan mewarnai peringatan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 di Desa Cemagi. Warga setempat bersama Taryan Group, developer Anantara Dragon Seseh Bali Resort, menggelar aksi bersih sampah di Pantai Sogsogan, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 wita ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 yang mengusung tema “Kawya Atma Kerti”, yang dimaknai sebagai upaya memuliakan dan menghidupkan kembali jiwa perjuangan Sang Proklamator, Ir. Soekarno, dalam kehidupan sehari-hari.

Puluhan warga Desa Cemagi bersama manajemen dan staf ‘Taryan Group. Developer of Anantara Dragon Seseh Bali Resort’ tampak bahu-membahu memungut berbagai jenis sampah yang terbawa arus laut maupun yang ditinggalkan pengunjung di sepanjang garis pantai. Aksi tersebut tidak hanya bertujuan menjaga keindahan kawasan pesisir, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Perbekel Desa Cemagi, I Putu Hendra Sastrawan, menyampaikan bahwa kegiatan bersih pantai merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Bung Karno, khususnya semangat gotong royong dan kecintaan terhadap tanah air. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus terus ditanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Pantai merupakan aset penting bagi masyarakat Bali, baik dari sisi lingkungan, sosial maupun ekonomi. Karena itu, menjaga kebersihannya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Selain memperingati Bulan Bung Karno, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari seruan Gubernur Bali yang mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas untuk aktif menjaga kebersihan pantai serta mengurangi pencemaran sampah di kawasan pesisir.
Desa Cemagi juga menggandeng Desa Adat Mengening dan Desa Adat Sogsogan yang selama ini secara konsisten terlibat dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan. Bendesa Adat Mengening, I Nyoman Suarta, mengatakan kolaborasi lintas elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir.
“Kegiatan seperti ini tidak boleh berhenti sebagai seremonial. Kami di desa adat selalu berupaya mengedukasi masyarakat agar menjaga kebersihan pantai sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Pantai yang bersih mencerminkan kesadaran dan budaya masyarakat yang peduli lingkungan,” katanya.
Usai aksi bersih pantai, kegiatan dilanjutkan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Program ini mendapat dukungan tenaga kesehatan sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan warga sekaligus melengkapi rangkaian kegiatan sosial yang dilaksanakan pada peringatan Bulan Bung Karno tahun ini.
Sementara itu, Press Service Taryan Group, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat sekitar.
“Kami percaya pembangunan dan pariwisata yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kami sangat mengapresiasi kesempatan untuk berkolaborasi dengan Desa Cemagi dan desa adat dalam kegiatan yang membawa manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara sektor pariwisata dan masyarakat lokal menjadi fondasi penting dalam menjaga daya tarik Bali sebagai destinasi wisata dunia yang tetap lestari dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara masyarakat, desa adat, dan sektor pariwisata tersebut diharapkan dapat menjadi contoh positif dalam menjaga kelestarian lingkungan Bali. Dengan pantai yang bersih dan terawat, keindahan alam Bali dapat terus dinikmati sekaligus diwariskan kepada generasi mendatang.
Aksi bersih Pantai Sogsogan pun menjadi bukti bahwa semangat perjuangan Bung Karno tidak hanya dikenang melalui seremoni, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. (*)








