
BADUNG – Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Dwijendra melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tematik dengan tema Gerakan Literasi Lingkungan: Edukasi Bahaya Sampah Plastik Sekali Pakai melalui Bahasa dan Media Literasi di SD No. 1 Sibanggede, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap lingkungan melalui edukasi mengenai bahaya sampah plastik sekali pakai serta pentingnya pemilahan sampah sejak usia dini.
Kegiatan diawali dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Dwijendra dengan SD No. 1 Sibanggede.
Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam mengembangkan berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, literasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan penguatan literasi lingkungan di lingkungan sekolah.

Dr. Ida Bagus Made Wisnu Parta, S.S., M.Hum selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Dwijendra dalam sambutannya
menyampaikan bahwa permasalahan sampah plastik merupakan isu lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius.
“Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada peserta didik melalui berbagai kegiatan edukatif yang menarik dan mudah dipahami,” tandas Ida Bagus Made Wisnu Parta.
Setelah prosesi penandatanganan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pemilahan sampah yang diikuti oleh para siswa SD No. 1 Sibanggede. Dalam sesi ini, tim pengabdian memberikan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah, dampak negatif sampah plastik sekali pakai terhadap lingkungan, serta cara memilah sampah berdasarkan kategorinya, yaitu sampah organik, anorganik, dan sampah residu.
“Materi sosialisasi disampaikan secara interaktif melalui pendekatan bahasa dan media literasi yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar,” imbuh Ida Bagus Wisnu Parta.
Para siswa diajak berdiskusi, menjawab pertanyaan, serta mengikuti simulasi sederhana mengenai cara memilah sampah dengan benar. Kegiatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami konsep pengelolaan sampah secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dan menunjukkan ketertarikan terhadap berbagai informasi yang disampaikan ungkapnya.
Melalui pendekatan literasi lingkungan, siswa didorong untuk menjadi agen perubahan yang dapat mengajak keluarga dan lingkungan sekitarnya untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman siswa, Pengabdian Tematik juga melakukan penyerahan flyer infografis tentang pemilahan sampah kepada pihak sekolah dan para siswa. Flyer tersebut merupakan hasil karya mahasiswa Universitas Dwijendra yang dirancang secara menarik dan komunikatif dengan menggunakan bahasa yang sederhana serta ilustrasi yang mudah dipahami oleh anak-anak.
Infografis tersebut memuat informasi mengenai jenis-jenis sampah, contoh sampah organik dan anorganik, manfaat pemilahan sampah, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan siswa untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Diharapkan media literasi ini dapat menjadi sarana pembelajaran yang berkelanjutan dan membantu menumbuhkan budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah.
Sementara itu Kepala SD No. 1 Sibanggede Lilik Indinigsih.S,Pd menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut.
“Kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi memberikan manfaat yang sangat positif dalam mendukung pendidikan karakter dan peningkatan kesadaran lingkungan bagi peserta didik,” katanya.
Ia berharap kerja sama yang telah terjalin melalui MoA dan IA dapat terus berlanjut melalui berbagai program edukatif lainnya.
Melalui kegiatan Pengabdian Tematik ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Dwijendra tidak hanya memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam membangun generasi muda yang memiliki literasi lingkungan yang baik, peduli terhadap keberlanjutan lingkungan, serta mampu menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya kerja sama yang telah disepakati, sosialisasi pemilahan sampah, dan penyediaan media literasi berupa flyer infografis, diharapkan SD No. 1 Sibanggede dapat menjadi salah satu sekolah yang aktif mengembangkan budaya sadar lingkungan serta menjadi contoh bagi sekolah lain dalam upaya mengurangi dampak negatif sampah plastik sekali pakai. (*)








