
DENPASAR – Bank Indonesia Provinsi Bali menutup rangkaian Bali Jagadhita VII Tahun 2026 pada Minggu, 7 Juni 2026, di Mal Bali Galeria, Denpasar. Kegiatan yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 ini diselenggarakan melalui sinergi Bank Indonesia Provinsi Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali, Kementerian UMKM, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, serta Dekranasda Provinsi Bali.
Penyelenggaraan Bali Jagadhita VII 2026 mencatat berbagai capaian dalam penguatan perdagangan, pariwisata, dan investasi sebagai tiga pilar utama perekonomian Bali yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang promosi terintegrasi untuk memperkuat akses pasar UMKM, mendorong pariwisata berkualitas, serta memperluas promosi peluang investasi unggulan di Bali dan Nusa Tenggara.
Penutupan Bali Jagadhita VII 2026 dihadiri oleh Duta Besar Bulgaria, Duta Besar Kerajaan Bahrain, Duta Besar Kesultanan Oman, Duta Besar Republik Armenia, Duta Besar Republik Islam Pakistan, Duta Besar Rumania, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Konsulat Jenderal dan Atase Perdagangan Perwakilan Negara Sahabat, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Asisten Deputi Perluasan Pembiayaan Wirausaha Kementerian UMKM, pimpinan Forkopimda Provinsi Bali, Bupati/ Walikota di Provinsi Bali, kepala satuan kerja dan pimpinan Bank Indonesia, pimpinan instansi vertikal Provinsi Bali, serta investor dari berbagai negara.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyampaikan bahwa Bali Jagadhita VII Tahun 2026 merupakan program strategis yang mengintegrasikan sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi dalam satu ekosistem pengembangan ekonomi daerah. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Bali Jagadhita berhasil mencatat sejumlah capaian, antara lain transaksi penjualan serta potensi ekspor berhasil mencapai Rp30 miliar, potensi kesepakatan bisnis sektor pariwisata Bali-Nusra sebesar Rp6,9 triliun, serta perluasan promosi aset potensial daerah di Bali dan Nusa Tenggara untuk mendukung optimalisasi pendapatan dan ertumbuhan ekonomi daerah.
“Bali Jagaditha diharapkan menjadi momentum penting dalam mendukung visi
pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali sekaligus memberikan manfaat bagi kepentingan daerah dan nasional,” ujarnya. (dha)








