
KARANGASEM – GOR Bimantara Sport Center bergemuruh. Puluhan tim dari berbagai kalangan tumpah ruah meramaikan Kejuaraan Bulutangkis Kapolres Karangasem Cup 2026, Kamis (28/5/2026).
Turnamen yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 itu tak sekadar menjadi ajang adu ketangkasan di lapangan, tetapi juga momentum mempererat sinergi antara kepolisian dan masyarakat.
Tercatat 32 tim dengan total 218 atlet ambil bagian dalam kejuaraan yang memperebutkan hadiah jutaan rupiah tersebut. Atmosfer kompetisi berlangsung meriah dengan semangat sportivitas yang terasa sejak laga pertama dimulai.
Ketua Panitia Turnamen AKP I Gusti Agung Putu Maha Putra mengatakan, antusiasme peserta menunjukkan olahraga bulutangkis masih menjadi salah satu cabang favorit masyarakat Karangasem.
Menurutnya, turnamen ini sengaja dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga wadah membangun kebersamaan lintas elemen.
“Turnamen ini menjadi sarana mempererat silaturahmi dan sinergitas dengan seluruh stakeholder di Karangasem. Selain menjaga kesehatan dan sportivitas, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.
Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika menegaskan, olahraga memiliki kekuatan menyatukan berbagai perbedaan yang ada di tengah masyarakat. Karena itu, pihaknya ingin menjadikan turnamen ini sebagai ruang kebersamaan antara Polri dan masyarakat.
“Yang paling utama bukan soal siapa menang atau kalah. Kami ingin melalui turnamen ini terbangun rasa persaudaraan, solidaritas, dan kedekatan antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat Karangasem. Dari lapangan olahraga inilah sinergi dan kebersamaan itu tumbuh,” tegas Santika.
Ia juga berharap kejuaraan tersebut mampu menjadi ruang pembinaan atlet-atlet muda berbakat di Gumi Lahar sehingga ke depan Karangasem semakin diperhitungkan dalam dunia olahraga bulutangkis.
Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Kejuaraan Bulutangkis Kapolres Karangasem Cup 2026 tersebut.
Menurutnya, turnamen tersebut bukan hanya menjadi ajang olahraga semata, namun juga sarana membangun kesadaran sosial di tengah masyarakat.
Di tengah semarak pertandingan yang diikuti 32 tim dan 218 atlet itu, Suastika menilai kehadiran kegiatan olahraga seperti ini memiliki dampak positif yang luas, terutama dalam mempererat hubungan masyarakat dengan aparat kepolisian.
“Turnamen ini sangat positif karena bukan hanya bicara soal menang dan kalah. Ada pesan sosial yang dibawa, mulai dari edukasi bahaya narkoba, disiplin berlalu lintas, hingga pentingnya menjaga ketertiban umum,” ujar Suastika.
Politisi senior tersebut juga menilai olahraga menjadi media efektif untuk membangun komunikasi yang lebih humanis antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Menurutnya, pendekatan melalui kegiatan olahraga jauh lebih mudah diterima masyarakat karena berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Sebagai bentuk dukungan, DPRD Karangasem juga mengirim satu tim untuk mengikuti turnamen tersebut.
“Ketika masyarakat berkumpul lewat olahraga, maka rasa persaudaraan dan kebersamaan itu tumbuh dengan sendirinya. Ini yang sangat penting untuk menjaga situasi Karangasem tetap aman dan harmonis,” katanya.








