
DENPASAR – Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Provinsi Bali resmi menggagas program “Sekolah Perempuan” sebagai upaya strategis mencetak kader perempuan yang tangguh, berkarakter, dan siap tampil sebagai pemimpin di berbagai lini, termasuk politik, sosial, hingga sektor ekonomi kreatif.
Program ini diproyeksikan menjadi “kawah candradimuka” bagi perempuan untuk mengasah kapasitas diri secara komprehensif.
Tidak hanya fokus pada pendidikan politik, Sekolah Perempuan juga akan membekali peserta dengan kemampuan kepemimpinan, etika, komunikasi, hingga table manner yang dinilai penting dalam membentuk figur pemimpin yang berwibawa.
Ketua KPPG Bali I Gusti Ayu Mas Seri Lestari, menjelaskan bahwa kurikulum yang disusun tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif.
Peserta akan dilatih memahami bagaimana menjadi pemimpin yang mampu membaca persoalan di tengah masyarakat, merespons secara tepat, serta menghadirkan solusi yang konkret.
“Seorang pemimpin itu harus punya gestur, cara berpikir, dan cara bertindak yang tepat. Bagaimana menyikapi masalah di masyarakat, bagaimana mencari solusi, dan yang paling penting adalah etika,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, etika menjadi fondasi utama dalam membangun kepemimpinan yang berkualitas. Selain itu, peserta juga akan dibekali pendidikan politik yang menekankan pentingnya karakter, loyalitas terhadap partai, serta pemahaman terhadap nilai-nilai organisasi atau adekerti politik.
Tak hanya itu, KPPG Bali juga menaruh perhatian besar pada aspek kemandirian ekonomi perempuan.
Dalam program ini, peserta akan mendapatkan pelatihan pengembangan usaha, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Materi yang diberikan mencakup strategi branding, pemasaran, hingga pengelolaan bisnis secara berkelanjutan.
“Kita ingin perempuan tidak hanya siap secara mental dan intelektual, tetapi juga mandiri secara finansial. Karena bagaimana seseorang bisa fokus memimpin jika masih disibukkan dengan persoalan ekonomi pribadi,” jelasnya.
Sejalan dengan perkembangan zaman, Sekolah Perempuan juga akan mengintegrasikan pelatihan berbasis teknologi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Peserta akan diajarkan bagaimana memanfaatkan teknologi untuk mendukung usaha, seperti membuat desain, strategi pemasaran digital, hingga optimalisasi media sosial tanpa biaya besar.
“Kita melihat selama ini banyak pelatihan hanya fokus pada cara membuka usaha, seperti toko online. Tapi setelah itu tidak ada pendampingan soal bagaimana mengembangkan, memasarkan, dan menjaga keberlanjutan usaha. Di sinilah kita masuk,” tambahnya.
Ketua Panitia, Bella Berlin, mengataan untuk memastikan kualitas program, KPPG Bali akan menggandeng berbagai pihak lintas profesi, mulai dari praktisi bisnis, akademisi, hingga narasumber nasional yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing.
Kehadiran para pembicara ini diharapkan mampu memberikan perspektif yang lebih luas kepada peserta.
Program Sekolah Perempuan akan dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa angkatan (batch).
Sistem ini dipilih untuk memperkuat jejaring antar peserta sekaligus membangun ikatan emosional dan solidaritas di antara kader perempuan Golkar.
Dalam tahap awal, KPPG Bali menargetkan pelaksanaan pelatihan intensif selama enam bulan ke depan.
Selama periode tersebut, fokus akan diberikan pada penyusunan kurikulum, pelaksanaan seminar, serta penguatan materi pendidikan karakter dan keterampilan.
Meski sejumlah nama narasumber nasional telah dikantongi, KPPG Bali masih belum mengumumkannya ke publik. Pengumuman akan dilakukan setelah seluruh persiapan program dinyatakan matang.
Selain sebagai wadah pendidikan, Sekolah Perempuan juga menjadi pintu masuk bagi perempuan Bali yang ingin bergabung dan berkiprah di Partai Golkar.
KPPG Bali secara terbuka mengajak perempuan dari berbagai latar belakang untuk ikut serta dalam program ini.
“Bagi perempuan yang ingin berkembang, ingin belajar, dan ingin berkontribusi lebih luas, kami membuka ruang. Silakan bergabung, nanti bisa ikut berbagai kegiatan, mulai dari seminar, pelatihan, hingga pendidikan kepemimpinan,” ungkapnya.
Melalui program ini, KPPG Bali berharap dapat melahirkan generasi perempuan yang tidak hanya memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat, tetapi juga adaptif terhadap perubahan zaman, khususnya di era digital yang berkembang pesat. (jay/jon)








