
DENPASAR – Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi, I Ketut Wica mengklaim bahwa sudah ada calon mahasiswa yang mendaftar di Program Satu Keluarga Satu Sarjana.
Kendati demikian, pihaknya belum mengetahui jumlah calon mahasiswa yang mendaftar melalui program ini. Hanya saja dalam program itu, tak ada sarjana untuk kedokteran.
“Tanggal 20 Agustus 2025 akan kami evaluasi semuanya,” ungkapnya, Selasa (12/8/2025).
Disebutkan, untuk perguruan tinggi negeri sudah menerima calon mahasiswa tersebut. “Unud dan ISI Bali sudah, hampura semua sudah,” sebutnya.
Kata Wica, verifikasi untuk program ini sepenuhnya diserahkan kepada universitas. “Semua prodi menerima program Satu Keluarga Satu Sarjana. Kecuali Prodi Kedokteran. Karena ada biaya lain. Mudah-mudahan ke depan bisa,” harapnya.
Ia menegaskan, syarat mengikuti program ini dalam satu keluarga belum ada sarjana dan KK miskin.
“Program ini untuk enam kabupaten. Yakni Jembrana, Tabanan, Buleleng, Karangasem, dan Klungkung. Sedangkan untuk Denpasar, Badung, dan Gianyar sudah mandiri di biaya APBD daerah,” sebutnya.
Lanjutnya, Program Satu Keluarga Satu Sarjana ini bakal diluncurkan bulan September 2025. Pemprov Bali menganggarkan APBD Rp 9,76 miliar dengan kuota 1.450 calon mahasiswa.
Masing-masing mahasiswa akan ditanggung Pemprov Bali pendaftaran, dibayarkan UKT Rp 1 juta per semester, dan biaya hidup Rp 1,4 juta. (jay/jon)








