
MANGUPURA – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memperingatkan pihak-pihak agar tidak memainkan pajak. Pasalnya, dirinya mengaku menerima laporan langsung dari pengusaha dan wajib pajak, adanya oknum-oknum aparat yang memainkan pajak. Modusnya, menutup-nutupi wajib pajak, tapi menyetor ke tempatnya.
Bupati Adi Arnawa mengungkapkan ada aparatnya yang menutup-nutupi kondisi wajib pajak di lapangan. “Wajib pajak bicara langsung kepada saya, ini hati-hati lho. Teman-teman di Bappeda hati-hati sekali, kalau ada titip-titipan, kalau ada orang yang menyimpan apalagi tidak ditunjukan jangan macam-macam,” kata Bupati Adi Arnawa saat memberikan pengarahan terkait pendataan potensi pajak di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis (19/6/2025).
Dia kembali mengingatkan, bahwa dirinya adalah mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Badung, yang mengetahui seluk beluk. “Saya tidak akan bicara tapi mengambil tindakan, ingat sekali lagi saya sampaikan jangan macam-macam,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan Kaling dan Perbekel untuk tidak macam-macam. “Data sudah di kantong saya, ada oknum perangkat dibawah ini nutup-nutupin. Jeleknya lagi berhasil nutup-nutupin, dia nyetor ke tempat dia,” ungkapnya.
Bupati mengingatkan aparat dibawah telah menandatangani pakta integritas, yang akan menjadi dasar dirinya mengambil keputusan. Kalau terbukti ada perbekel, kelian dinas, kaling melakukan tindakan-tindakan tersebut, Bupati mengancam akan memberhentikan. Adanya informasi keterlibatan aparat dibawah inilah, dirinya akhirnya memutuskan melibatkan perbekel, kelian dinas, dan kaling dalam tim pendataan potensi pajak daerah. (lit,dha)








