
KARANGASEM – Bakti sosial (Baksos) XXXIV Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati (FKG Unmas) Denpasar di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, tidak hanya memberikan penyuluhan tentang kebiasaan menyikat gigi sejak usia dini dan kesehatan gigi, bakso yang berlangsung selama dua hari itu (Jumat 30/5 dan Sabtu 31/5) juga diisi kegiatan pemeriksaan dan pembersihan gigi, serta deteksi dini penyakit periodontal.
Dosen Pembimbing lapangan FKG Unmas Denpasar, Drg. Ketut Virtika Ayu, M.Biomed, menuturkan, salah satu fokus utama dalam kegiatan itu adalah pemeriksaan dan penanganan dini terhadap penyakit gingiva dan gangguan periodontal, yang merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang umum namun sering diabaikan.
“Hari kedua Baksos, kami (mahasiswa dan dosen, red) melakukan skrining kesehatan gingiva dan periodontal. Kegiatan ini untuk mendeteksi adanya tanda-tanda awal penyakit seperti gusi berdarah, bengkak, atau kerusakan jaringan pendukung gigi. Pemeriksaan dilakukan secara langsung kepada masyarakat umum dengan pendekatan promotif dan edukatif,” jelasnya.
Virtika Ayu menambahkan, dalam upaya menjaga kesehatan gigi dan gusi. Pembersihan plak dan karang gigi (scaling) menjadi salah satu prosedur penting. Dilakukan oleh tenaga profesional, scaling bertujuan untuk menghilangkan plak dan karang gigi yang menumpuk, sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit periodontal dan menjaga kesehatan gigi secara menyeluruh.
“Tindakan ini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut pada gusi dan jaringan periodontal, yang dapat berdampak pada kehilangan gigi,” jelas Virtika Ayu, seraya menambahkan, bahwa permasalahan penyakit periodontal masih kurang mendapat perhatian di masyarakat, padahal dampaknya bisa sangat serius.
Sementara itu, Dekan FKG Unmas Denpasar, Dr. drg. Hervina, M.Biomed menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan perawatan rutin terhadap kesehatan gusi, yang seringkali terabaikan dibandingkan dengan masalah gigi berlubang.
“Penyakit periodontal bisa diam-diam merusak jaringan gigi tanpa disadari. Karena itu, edukasi dan skrining dini sangat penting,” ujarnya. Baksos yang dilaksanakan FKG Unmas Denpasar itu, merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat, dan menjadi bukti nyata kontribusi FKG Unmas Denpasar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bali melalui pendekatan preventif dan promotif di bidang kesehatan gigi dan mulut.
Masyarakat yang mengikuti pemeriksaan dan tindakan scaling menyambut baik kegiatan ini. Banyak peserta mengaku baru pertama kali mendapatkan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi gusi dan jaringan penyangga gigi mereka. (wat,dha)








